Selasa, 20 Juli 2010

-Mode Jaringan WLAN
Wireless Local Area Network sebenarnya hampir sama dengan jaringan LAN,
akan tetapi setiap node pada WLAN menggunakan wireless device untuk berhubungan
dengan jaringan. node pada WLAN menggunakan channel frekuensi yang sama dan
SSID yang menunjukkan identitas dari wireless device.
Tidak seperti jaringan kabel, jaringan wireless memiliki dua mode yang dapat
digunakan : infastruktur dan Ad-Hoc. Konfigurasi infrastruktur adalah komunikasi
antar masing-masing PC melalui sebuah access point pada WLAN atau LAN.
Komunikasi Ad-Hoc adalah komunikasi secara langsung antara masing-masing
komputer dengan menggunakan piranti wireless. Penggunaan kedua mode ini
tergantung dari kebutuhan untuk berbagi data atau kebutuhan yang lain dengan jaringan
berkabel.
A. Mode Ad-Hoc
Ad-Hoc merupakan mode jaringan WLAN yang sangat sederhana, karena pada ad-hoc
ini tidak memerlukan access point untuk host dapat saling berinteraksi. Setiap host
cukup memiliki transmitter dan reciever wireless untuk berkomunikasi secara langsung
satu sama lain seperti tampak pada gambar 1. Kekurangan dari mode ini adalah
komputer tidak bisa berkomunikasi dengan komputer pada jaringan yang menggunakan
kabel. Selain itu, daerah jangkauan pada mode ini terbatas pada jarak antara kedua
komputer tersebut.
B. Mode Infrastruktur
Jika komputer pada jaringan wireless ingin mengakses jaringan kabel atau
berbagi printer misalnya, maka jaringan wireless tersebut harus menggunakan
mode infrastruktur (gambar 2).
Pada mode infrastruktur access point berfungsi untuk melayani komunikasi
utama pada jaringan wireless. Access point mentransmisikan data pada PC dengan
jangkauan tertentu pada suatu daerah. Penambahan dan pengaturan letak access
point dapat memperluas jangkauan dari WLAN.
a. Komponen-Komponen WLAN
Ada empat komponen utama dalam WLAN, yaitu:
Access Point, merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna
(user) ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik
sebuah perusahaan. Access-Point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio
(RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke
perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi
radio.
Wireless LAN Interface, merupakan peralatan yang dipasang di Mobile/Desktop PC,
peralatan yang dikembangkan secara massal adalah dalam bentuk PCMCIA
(Personal Computer Memory Card International Association) card, PCI card
maupun melalui port USB (Universal Serial Bus).
Wireless Router (WR)
3
Mobile/Desktop PC, merupakan perangkat akses untuk pengguna, mobile PC pada
umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan
wireless adapter melalui PCI (Peripheral Component Interconnect) card atau USB
(Universal Serial Bus).
Antena external (optional) digunakan untuk memperkuat daya pancar. Antena ini
dapat dirakit sendiri oleh user. contoh : antena kaleng.
Secara relatif perangkat Access-Point ini mampu menampung beberapa sampai
ratusan pengguna secara bersamaan. Beberapa vendor hanya merekomendasikan
belasan sampai sekitar 40-an pengguna untuk satu Access Point. Meskipun secara
teorinya perangkat ini bisa menampung banyak namun akan terjadi kinerja yang
menurun karena faktor sinyal RF itu sendiri dan kekuatan sistem operasi Access Point.
Komponen logic dari Access Point adalah ESSID (Extended Service Set
IDentification) yang merupakan standar dari IEEE 802.11. Pengguna harus
mengkoneksikan wireless adapter ke Access Point dengan ESSID tertentu supaya
transfer data bisa terjadi. ESSID menjadi autentifikasi standar dalam komunikasi
wireless. Dalam segi keamanan beberapa vendor tertentu membuat kunci autentifikasi
tertentu untuk proses autentifikasi dari klien ke Access Point.
Rawannya segi keamanan ini membuat IEEE mengeluarkan standarisasi Wireless
Encryption Protocol (WEP), sebuah aplikasi yang sudah ada dalam setiap PCMCIA
card. WEP ini berfungsi meng-encrypt data sebelum ditransfer ke sinyal Radio
Frequency (RF), dan men-decrypt kembali data dari sinyal RF.
11.4. Langkah-langkah Percobaan
Mode Infrastruktur
Untuk melakukan komunikasi 2 buah komputer atau lebih pada mode Infrastruktur,
semua komputer yang akan dihubungkan dengan jaringan wireless harus memiliki wireless
adapter atau untuk Laptop memiliki fasilitas Wi-Fi dan Access Point. Berikut adalah
langkah-langkah instalasi dan konfigurasinya :
11.4.1 Konfigurasi Access Point
Pada sub bab ini akan dijelaskan tentang instalasi perangkat access point.
Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Letakkan Access Point pada tempat yang optimum, biasanya berada di tengahtengah
dan line of sight dengan PCs maupun wireless accessories (adapter dan
router).
Wireless Adapter
2. Tempatkan antenna pada posisi dimana antenna mampu mengover wireless
network dengan baik. Normalnya, performansi yang paling baik adalah
antenna diletakkan pada tempat yang lebih tinggi.
3. Hubungkan AC power adapter ke socket power Acces Point.
4. Hubungkan ujung kabel UTP straight ke Access Point dan ujung kabel
lainnya ke switch.
5. Klik Start, Connect To, lalu pilih Show All Connection pada komputer.
6. Klik kanan pada Local Area Connection lalu pilih Status
7. Klik Properties pada Local Area Connection Status, Lalu klik properties pada
Internet Protokol TCP/IP.
8. Setting IP Address komputer anda dengan IP 192.168.1.2 subnet mask
255.255.255.0 dan default gateway 192.168.1.1
9. Buka net browser (Internet Explorer, Opera, Mozilla) dan pastikan proxy pada
net browser anda kosong.
10. Ketik 192.168.1.1 dalam Address field net browser. 192.168.1.1 merupakan IP
address default dari Access Point Linksys ini.
11. Ketik admin pada username dan pada password (username dan password
default Access Point Linksys ini adalah admin)
12. Setting tab setup seperti dibawa ini :
Internet Setup
- Internet Connection type : Automatic Configuration – DHCP
- Optional Setting
- Router Name : WRT54G (default)
- Host Name : (kosong)
- Domain Name : (kosong)
- MTU : Auto (default)
Network Setup
- Router IP :
- Local IP Address : 192.168.1.1 (default)
- Subnet Mask : 255.255.255.0
- Network Address Server Setting
- DHCP Server : Enable (Access Point memberikan alamat IP
pada masing-masing Host secara otomatis)
- Starting IP Address : 192.168.1.100 (IP yang akan diberikan
dimulai dari 192.168.1.100)
- Maximum Number : 50 (Jumlah host yang akan diberikan alamat IP
of DHCP User oleh akses point dibatasi hanya 50 host)
- Client Lease Time : 0 (default)
- Static DNS 1,2,3 : 0.0.0.0 (default)
- WINS : 0.0.0.0 (default)
- Time Setting
- Time Zone : (GMT+07.00 Thailand, Rusia)
- Klik Save Settings
13. Klik Tab Wireless, lalu konfigurasi seperti berikut :
- Wireless Network Mode : Mixed (default Access Point yang akan
support pada standard 802.11b dan 82.11g)
- Wireless Network Name : Lab Wireless (Nama Access Point yang akan
(SSID) terdeteksi di jaringan wireless )
- Wireless Channel : 6-2.437 GHz (default kanal yang digunakan)
- Wireless SSID Broadcast : Enabled (SSID akan dibroadcast ke jaringan
wireless)
14. Klik Save Settings
4.1.2 Konfigurasi Client
Hubungkan kabel USB pada port USB adapter, lalu hubungkan kabel USB pada
port USB komputer.
1. Windows XP akan secara otomatis mendeteksi adapter. Masukkan CD-ROM
setup pada CD-ROM drive. Kemudian Setup wizzard akan otomatis muncul
(jika tidak, run manual dengan setup.exe dari driver)
2. Klik pada tombol next setelah memilih Install
Network Monitor
3. Pada licence agreement klik Next.
4. Setelah tahap instalasi selesai akan tampil window Creating a Profile dan
secara otomatis wireless adapter akan mencari sinyal di sekitar yang aktif.
5. Klik SSID Lab Wireless lalu klik Connect. Maka Usb Wireless Adapter akan
terhubung dengan Access Point Lab Wireless.
Apabila ingin menggunakan Wireless Network Connection di Windows, maka kita
harus me-non aktifkan Linksys Network Monitor terlebih dahulu. langkahnya
sebagai berikut yaitu:
1. Klik kanan pada Linksys Network Monitor, lalu klik Use Windows XP
Wireless Configuration
2. Klik kanan pada icon Network Wireless Connection pada taskbar, lalu pilih
View Available Wireless Networks.
3. Klik SSID Lab Wireless lalu klik Connect. Maka Usb Wireless Adapter akan
terhubung dengan Access Point Lab Wireless.

Mode Ad-Hoc
Pada mode Ad-Hoc ini, untuk melakukan interaksi dengan komputer lain, semua
komputer yang akan dihubungkan harus memiliki wireless adapter atau untuk Laptop
memiliki fasilitas Wi-Fi . Salah satu komputer pada mode ini dijadikan SSID Broadcaster.
11
Berikut adalah langkah-langkah instalasi dan konfigurasinya pada salah satu komputer yang
ingin dijadikan SSID broadcaster :
1. Aktifkan Wireless adapter masing – masing komputer yang akan dihubungkan dengan
jaringan
2. Klik kanan pada icon Network Wireless Connection pada taskbar seperti gambar 17,
lalu pilih View Available Wireless Networks, maka akan muncul seperti pada gambar
18.
3. Klik Change the order preferred Network maka akan muncul seperti gambar 19.
4. Klik Add pada kolom Preferred Network, lalu ketikkan Nama Network yang akan
digunakan pada kolom Network Name. Perhatikan gambar 19. contoh nama SSID
Broadcasternya adalah Ad Hoc.
5. Klik Ok
6. Kembali pada status gambar 18 Klik refresh Network list maka akan muncul koneksi
Ad-Hoc dengan nama SSID Ad Hoc.
7. Kemudian pilihlah opsi Change advance setting maka kemudian muncul gambar 4
bagian kiri. Klik 2 kali pada opsi internet protoco(TCP/IP) maka akan muncul gambar
4 selanjutnya
8. Kemudian setting pada masing masing komputer dengan IP address yang berbeda
dengan aturan 192.168.1.xxx dengan xxx adalah sesuai angka yang diharapkan dalam
range 1s/d 254. misal (192.168.1.65)
9. tentukan Subnet mask-nya dengan 255.255.255.0 untuk membentuk jaringan lokal.
Kosongkan gateawaynya
10. klik ok untuk verifikasi.
11. Tes koneksi dengan command PING pada command prompt,bila terhubung maka
komputer komputer tersebut siap berkomunikasi dalam jaringan Ad-Hoc secara Pear to
pear.

Peralatan yang dibutuhkan antara lain :
1. Access Point








Fungsi Access Point ibaratnya sebagai Hub/Switch di jaringan lokal, yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari tempat anda dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal(ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya. Ada beberapa akses poin yang cocok direkomendasikan untuk transmitter anda, misal Senao Engenius, Ubiquty Bullet, Edimax, dan Routerboard Mikrotik.

2. Antena Omni









Untuk memperluas coverage area hingga beberapa Kilometer, anda memerlukan antena omni eksternal, meski ketika anda membeli access point sudah dilengkapi antena omni, namun belumlah cukup karena hanya berkekuatan sekitar 3-5dB, untuk memperluas area jangkauannya, anda memerlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB.
Antena Omni ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client dari arah mana saja. Merk Antena Omni yang direkomendasikan, adalah Hyperlink, Finetic, tapi jika dana anda terbatas tak ada salahnya anda melirik antena omni buatan lokal.

3. Box Access Point







Untuk melindungi access point anda, maka diperlukan pelindung berbentuk kotak, bisa terbuat dari plastik atau plat besi, rata-rata kotak ini sudah dilengkapi dengan kunci pengaman, dan box ini memang harus diletakkan persis di bawah antena.

4. Kabel Pigtail /Kabel Jumper








Kabel Pigtail atau kabel jumperl diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan dengan access point, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan hanya 1 meter, selebih dari itu anda akan mengalami degradasi sinyal(loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point anda.

5. POE (Power Over Ethern et)







Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk "menghidupkan" access point maka anda memerlukan alat "POE" ini yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.

6. Kabel UTP/STP






Meski namanya perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal anda, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch, pilihlah kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.

7. Penangkal Petir (Lightning Arrester)





Sebagai pengaman dari petir maka anda memerlukan alat ini yang berfungsi menyalurkan kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel pembumian(grounding), komponen ini atau yang biasa dikenal dengan Lightning Arrested Protector ini dipasang pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal. Grounding untuk penangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan petir.

8. Tower








Guna mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, anda perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN anda bisa menangkap sinyal radio anda dengan baik.
## PERANGKAT CLIENT WLAN ##
Pada sisi client, untuk menangkap sinyal dari "antena omni" anda maka perangkat client sbb :
1. Untuk Client yang jaraknya dari tempat pemancar kurang dari 1 KM, lebih ekonomis jika menggunakan Wajan Bolic, dimana pada perangkat tersebut biasanya sudah dilengkapi dengan USB Wifi, yang disambungkan dengan kabel UTP plus kabel extended USB, jadi langsung anda bisa menancapkannya ke komputer.



2. Apabila jarak client lebih dari 1 KM, anda membutuhkan 2 perangkat, pertama, access point dan kedua antena ekste rnal pengarah atau type grid untuk menangkap sinyal dari pemancar anda. Berikut rekomendasinya :
- Jarak 0-1 KM, pakailah wajan bolic lebih ekonomis
- Jarak 1-2 KM, Akses poin merk Edimax/Bullet Ubiquity/Linksys, antenanya anda bisa
pakai Yagi atau Backfire
- Jarak 2-3 KM, Akses poin merk Edimax/Bullet2/Linksys, antena Grid 24db
- Jarak 3-10 KM. Akses poin merk Senao SL2611/Mikrotik, antena Grid 24db
- Jarak 10 KM lebih, Akses poin merk Senao ECCB3220/Mikrotik, antena Grid
24db.

Perbedaan Switch dan Hub
Switch dan Hub adalah piranti jaringan yang fungsinya sama yaitu sebagai penghubung. Tetapi ada perbedaan dari kedua piranti ini pada saat pengiriman data.
Contohnya pada suatu jaringan terdapat 5 (lima) buah komputer. Komputer1, Komputer2, Komputer3, Komputer4, dan Komputer5.
>> Komputer1 ingin mengirim data kepada Komputer5 <<
Switch : Jika penghubungnya memakai Switch, maka data yang dikirim dari Komputer1 hanya akan dikirimkan kepada Komputer5.
Hub : Jika penghubungnya memakai Hub, maka data yang dikirim dari Komputer1 akan dikirim ke semua komputer (Komputer2, Komputer3, Komputer4, dan Komputer5), dan nanti masing-masing komputer akan mengecek data itu dikirimkan kepada siapa, karena dikirim kepada Komputer5, maka yang lain hanya mengabaikannya.

Perbedaan Cara Kerja Hub dan Switch
Hub dan Switch merupakan salah satu alat yang digunakan dalam membangun suatu jaringan komputer yang biasanya jaringan tersebut terdiri dari 2 atau lebih komputer. Biasanya alat ini digunakan dalam membangun jaringan LAN (Local Area Network). Topologi yang menggukan kedua device ini adalah topologi star. Berikut ini adalah penjelasan kedua alat tersebut.
Hub
Hub merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual beroperasi pada layer 1 (Physical Layer). Maksudnya, hub tidak menyaring menerjemahkan sesuatu, hanya mengetahui kecepatan transfer data dan susunan pin pada kabel. Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih sering terjadi.
Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka akan terjadi tabrakan (collision) karena menggunakan jalur yang sama (jalur broadcast yang sama) sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman ulang paket data. Jika hal ini sering terjadi maka collison yang terjadi dapat mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang baru maupun ulangan. Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara fisik, hub mempunyai lampu led yang mengindikasikan terjadi collision.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil untuk setiap port.
Hal ini membuat pengiriman data pada hub dengan banyak port yang terhubung pada komputer menjadi lambat.
Switch
Switch merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual berada pada layer 2 (Datalink Layer). Maksudnya, switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima. Jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data. Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka tidak akan terjadi tabrakan (collision) karena alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama. Semakin banyak port yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa switch lebih baik daripada hub baik secara perbandingan konseptual maupun secara prinsip kerjanya yang dapat membuat terjadinya collosion.

Sistem operasi jaringan (Inggris: network operating system) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya. Istilah ini populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.
Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:
• Microsoft MS-NET
• Microsoft LAN Manager
• Novell NetWare
• Microsoft Windows NT Server
• GNU/Linux
• Banyan VINES
• Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris

MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address.
MAC Address mengizinkan perangkat-perangkat dalam jaringan agar dapat berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, dalam sebuah jaringan berbasis teknologi Ethernet, setiap header dalam frame Ethernet mengandung informasi mengenai MAC address dari komputer sumber (source) dan MAC address dari komputer tujuan (destination). Beberapa perangkat, seperti halnya bridge dan switch Layer-2 akan melihat pada informasi MAC address dari komputer sumber dari setiap frame yang ia terima dan menggunakan informasi MAC address ini untuk membuat "tabel routing" internal secara dinamis. Perangkat-perangkat tersebut pun kemudian menggunakan tabel yang baru dibuat itu untuk meneruskan frame yang ia terima ke sebuah port atau segmen jaringan tertentu di mana komputer atau node yang memiliki MAC address tujuan berada.
Dalam sebuah komputer, MAC address ditetapkan ke sebuah kartu jaringan (network interface card/NIC) yang digunakan untuk menghubungkan komputer yang bersangkutan ke jaringan. MAC Address umumnya tidak dapat diubah karena telah dimasukkan ke dalam ROM. Beberapa kartu jaringan menyediakan utilitas yang mengizinkan pengguna untuk mengubah MAC address, meski hal ini kurang disarankan. Jika dalam sebuah jaringan terdapat dua kartu jaringan yang memiliki MAC address yang sama, maka akan terjadi konflik alamat dan komputer pun tidak dapat saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya. Beberapa kartu jaringan, seperti halnya kartu Token Ring mengharuskan pengguna untuk mengatur MAC address (tidak dimasukkan ke dalam ROM), sebelum dapat digunakan.
MAC address memang harus unik, dan untuk itulah, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) mengalokasikan blok-blok dalam MAC address. 24 bit pertama dari MAC address merepresentasikan siapa pembuat kartu tersebut, dan 24 bit sisanya merepresentasikan nomor kartu tersebut. Setiap kelompok 24 bit tersebut dapat direpresentasikan dengan menggunakan enam digit bilangan heksadesimal, sehingga menjadikan total 12 digit bilangan heksadesimal yang merepresentasikan keseluruhan MAC address. Berikut merupakan tabel beberapa pembuat kartu jaringan populer dan nomor identifikasi dalam MAC Address.
Nama vendor Alamat MAC
Cisco Systems 00 00 0C Cabletron Systems00 00 1DInternational Business Machine Corporation00 04 AC 3Com Corporation00 20 AFGVC Corporation00 C0 A8Apple Computer 08 00 07 Hewlett-Packard Company08 00 09Agar antara komputer dapat saling berkomunikasi satu dengan lainnya, frame-frame jaringan harus diberi alamat dengan menggunakan alamat Layer-2 atau MAC address. Tetapi, untuk menyederhanakan komunikasi jaringan, digunakanlah alamat Layer-3 yang merupakan alamat IP yang digunakan oleh jaringan TCP/IP. Protokol dalam TCP/IP yang disebut sebagai Address Resolution Protocol (ARP) dapat menerjemahkan alamat Layer-3 menjadi alamat Layer-2, sehingga komputer pun dapat saling berkomunikasi.
Beberapa utilitas jaringan dapat menampilkan MAC Address, yakni sebagai berikut:
• IPCONFIG (dalam Windows NT, Windows 2000, Windows XP dan Windows Server 2003).
• WINIPCFG (dalam Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition).
• /sbin/ifconfig (dalam keluarga sistem operasi UNIX )
Berikut ini adalah contoh output dari perintah ipconfig dalam Windows XP Professional:
C:\>ipconfig /all

Windows IP Configuration
Host Name . . . . . . . . . . . . : karma
Primary Dns Suffix . . . . . . . :
Node Type . . . . . . . . . . . . : Unknown
IP Routing Enabled. . . . . . . . : No
WINS Proxy Enabled. . . . . . . . : No


Ethernet adapter loopback:

Connection-specific DNS Suffix . :
Description . . . . . . . . . . . : Microsoft Loopback Adapter
Physical Address. . . . . . . . . : 02-00-4C-4F-4F-50
DHCP Enabled. . . . . . . . . . . : No
IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.0.1
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
Default Gateway . . . . . . . . . : 192.168.0.7
Berikut ini adalah contoh output dari perintah ifconfig di Linux
$ ifconfig eth0
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:13:d3:f1:37:8e
inet addr:192.168.0.254 Bcast:192.168.0.255 Mask:255.255.255.0
BROADCAST MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 B) TX bytes:0 (0.0 B)
Interrupt:27 Base address:0xa000
MAC address adalah angka di samping parameter HWaddr
Berikut ini adalah perangkat-perangkat jaringan yang dipakai:
a. Modem VPN









b. Router



Untuk menghubungkan seluruh lokasi yang ada, jaringannya menggunakan berbagai macam media, yaitu :













Gbr. 48. Media Transmisi Jardiknas

Pada tabel diatas terlihat bahwa tiap-tiap media yang digunakan mempunyai batas kemampuan mengalirkan bandwidth, seperti fiber optik dan kabel mempunyai batas maksimum yang berbeda-beda.

Untuk mengetahui bentuk fisik dari tiap-tiap media tersebut, saudara dapat lihat kembali pada bab sebelumnya!

Jardiknas dengan cakupan area jaringan yang besar, mempunyai berbagai layanan dan fitur yang dapat dimanfaatkan, antara lain :
1. Akses ke jaringan VPN (Virtual Private Network)
Setiap lokasi dari tiap zona mempunyai kesempatan untuk mengakses seluruh content
lokal yang ada di server baik konten e-administration dan e-learning.
e-administration : Padatiweb, NUPTK, NISN, NPSN
e-learning : e-dukasi.net, pustakamaya, JENI, bimbelonline.net
2. Akses internet
Setiap lokasi yang terhubung mempunyai kesempatan akses ke internet dengan bandwidth yang bervariasi mulai dari 256 – 2 Mbps.
3. Melakukan komunikasi dengan audio visual
Pada tiap lokasi Jardiknas yang mempunyai akses dengan kapasitas bandwidth 256 kbps keatas, dapat melakukan komunikasi secara real time dengan adanya fasilitas video conference (vicon). Fasilitas ini dapat dilakukan baik secara point to point atau point to multipoint, dimana komunikasi dapat dilakukan dari satu tempat ke tempat lain atau satu tempat dengan banyak tempat sekaligus. Manfaat dari layanan ini adalah, selain untuk pembelajaran jarak jauh, juga dapat dimanfaatkan untuk berkoordinas atau rapat secara online.
4. Pemanfaatan IP Publik
Sistem telah dilengkapi dengan ribuan ip publik, dimana ip ini telah didistribusikan ke seluruh titik dengan masing-masing mendapat 8 ip. Pemanfaatan ip ini dapat digunakan sebagai pengalamatan dari kontent yang dikembangkan oleh institusi seperti sekolah yang ingin menampilkan situs pembelajarannya secara online, tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar untuk jasa hosting atau colocation server di perusahaan provider.
5. Datacenter, hosting dan colocation
Layanan ini memberikan kemudahan bagi institusi yang ingin menampilkan kontennya ke internet dan tidak mempunyai kemampuan untuk mengelolanya. Seluruh konten yang akan di-onlinekan akan disimpan pada ruang server yang memadai dengan infrastruktur yang bagus, baik dari catu daya listrik, sistem pendingin, keamanan dan sebagainya.
6. Interkoneksi server konten lokal
Merupakan layanan jardiknas untuk dapat saling berbagai konten dari tiap-tiap daerah dengan menghubungkan ICT Center atau Disdik Propinsi atau Kabupaten/Kota sebagai gateway kepada sekolah-sekolah disekitarnya.
7. Call center dan layanan teknis
Untuk menjamin kepuasan pengguna, sistem ini telah dilengkapi fasilitas pusat pengaduan dan gangguan, sehingga setiap masalah yang ditemui di tiap lokasi dapat terdata dan cepat diberikan solusinya. Saat ini pengaduan tersebut dapat dipanggil melalui nomor 08001-835566.
Jaringan ini tersusun dari berbagai komponen antara lain :
1. Komponen Hardware
a. Personal Computer (PC) atau komputer
Komputer yang berfungsi sebagai File Server sebaiknya mempunyai unjuk kerja yang tinggi dibandingkan yang berperan sebagai workstation. Kenapa harus yang berunjuk kerja tinggi karena komputer itu akan melayani semua permintaan dari komputer lain baik untuk mengatur pertukaran data, mengakses printer dan sebagainya.

b. Network Interface Card (NIC)
Saat ini banyak sekali dijumpai berbagai tipe NIC yang umum dijumpai dipasaran adalah tipe ISA dan PCI.






Gambar 16. Tipe-tipe NIC.








Gambar 17. NIC dengan berbagai tipe konektor yang tersedia.
NIC ini berperan sebagai media yang menghubungkan antar komputer dengan bantuan kabel sebagai media transmisinya.
c. HUB (Konsentrator)
Alat ini berperan untuk menyatukan semua kabel yang datang dari komputer baik server dan client atau perangkat lainnya. HUB banyak digunakan pada jaringan yang mempunyai topologi bintang.





Gambar 18. HUB
HUB biasanya mempunyai beberapa port untuk memasukkan konektor kabel dari komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan. Jumlah port pada HUB bervariasi mulai dari 6, 8, 24 dan banyak lagi.

d. Kabel
Untuk berbagai jenis kabel telah kita bahas pada kegiatan belajar 2. Kabel yang umum dipakai adalah UTP selain murah karena juga mudah pemasangannya.

e. Konektor
Konektor berguna untuk menghubungkan ujung kabel yang akan dipasangkan pada NIC. Jika akan menggunakan kabel UTP memakai konektor yang dipakai adalah tipe RJ-45.



Gambar 19.
Konektor RJ-45 yang terhubung kabel.
2. Komponen Software
a. Sistem Operasi
Hampir semua sistem operasi yang sekarang ini sudah mampu untuk membangun jaringan komputer. Sistem operasi yang umum digunakan antara lain Windows dari Microsoft dan Linux. Jika jaringan yang akan dibangun bersifat Peer to peer maka semua komputer akan melakukan pengaturan hubungan ke dalam jaringan lewat sistem operasi yang terpasang pada masing-masing komputer. Tapi jika akan membuat jaringan yang bersifat Client Server maka sistem operasi yang ada di bagian komputer server akan bekerja lebih keras.

b. Driver
Driver ini adalah sebuah program komputer kecil yang biasanya menjadi satu paket dengan perangkat yang akan dipasang pada komputer. Demikian juga saat kita akan memasang perangkat tambahan NIC, jika komputer kita tidak mengenal NIC yanag akan dipasang maka driver tambahan diperlukan untuk menginstalasinya.

B. Jaringan Tanpa Kabel (Wireless)
Saudara tentu masih ingat bahwa kabel menjadi komponen utama pertukaran data dalam jaringan dengan kabel. Pada jaringan tanpa kabel untuk pertukaran data menggunakan gelombang radio.







Gambar 20. Penggunaan Wireless LAN antar Ruangan (www.elektroindonesia.com)

Beberapa komponen utama dalam penyusun jaringan tanpa kabel antara lain :
1. Access Point
Access point adalah perangkat penting dalam jaringan nir kabel. Akses point berfungsi sebagai titik akses yang menghubungkan komputer-komputer ke dalam sebuah jaringan. Akses point fungsinya sama dengan HUB pada jaringan dengan menggunakan kabel. Akses point biasanya dilengkapi dengan antena dan port RJ45




Gambar 20.
Access Point (www.linksys.com)

2. Wireless LAN Card
Jika pada jaringan kabel Saudara mengenal NIC, maka pada jaringan nir kabel ada Wireless LAN Card. Card ini biasa terpasang pada slot PCI komputer. Card ini berfungsi untuk menghubungkan komputer ke dalam jaringan.

Ada berbagai tipe Wireless LAN Card yang dapat dipakai, baik di dalam ruangan dengan kemampuan jarak tertentu hingga yang mempunyai jangkauan yang jauh. Wireless LAN Card dengan kemampuan yang jauh biasanya dilengkapi dengan antena luar.








Gambar 21. Wireless LAN Card dengan Antena Luar
(www.linksys.com)

3. Wireless PCMCIA
Alat ini biasa dipakai pada komputer jinjing (laptop/notebook), Jadi kartu ini seperti halnya NIC, hanya saja dengan bentuk yang berbeda dan lebih tipis karena akan dipasang pada perangkat yang kecil (laptop). Saat ini notebook sudah banyak yang dilengkapi dengan fasilitas wireless, jika Saudara pernah mendengar prosesor keluaran INTEL telah mengeluarkan produknya dengan nama CENTRTINO. Notebook ini akan otomatis mendeteksi adanya sinyal jaringan yang aktif disekitarnya.






Gambar 23. Wireless PCMCIA (www.bhineka.com)

4. Wireless USB
Universal Serial Bus (USB) banyak dijumpai pada port komputer sekarang ini. Jika Saudara ingat dengan NIC tipe PCI yang akan dipasang pada slot di dalam komputer, maka wireless USB ini akan dipasang pada port USB di komputer. Ada 2 jenis Wireless USB yang ada di pasaran yaitu Wireless USB Stick dan Adapter. Jangkauan dari yang bertipe Adapter lebih luas dibandingkan dengan yang Stick.







Gambar 24. Wireless USB Adapter (www.3com.com)







Gambar 25. Wireless USB Stick (www.linksys.com)





Topologi fisik pada jaringan kabel tentunya Saudara masih ingat, seperti Bus, Ring, Star. Pada jaringan nir kabel topologi ada 2 yaitu :
a. Ad hoc
Ini merupakan topologi dimana komputer saling berkomunikasi langsung tanpa melewati Access Point. Jadi dengan menggunakan wireless Lan Card, PCMCIA dan USB maka komputer atau perangkat yang terpasang alat-alat tersebut akan dapat berkomunikasi secara langsung. Topologi Ad hoc ini prinsip kerjanya sama dengan peer to peer, dimana setiap komputer dapat menjadi server sekaligus client.









Gambar 26. Topologi Ad hoc.

b. Infrastruktur
Pada topologi ini semua komputer yang saling terhubung akan dikontrol ke dalam Access Point. Access Point itu sendiri akan terhubung langsung kepada sebuah komputer yang berfungsi sebagai pusat pengendali. Metode akses ini sama halnya dengan Client Server pada jaringan kabel.









Gambar 27. Topologi Infrastruktur.


Desain Antar Muka Komputer
Untuk dapat merancang sebuah jaringan komputer Saudara harus dapat membuat skema jaringan dalam bentuk gambar. Ibarat seorang arstitek, Saudara akan membuat konsep bagaimana jaringan akan dibangun. Jika arsitek menggambarkan komposisi ruangan beserta isinya, maka untuk membangun jaringan Saudara harus dapat membuat konsep bagaimana menghubungkan komputer dapat terhubung dalam satu ruangan atau ruangan lain yang jauh.

Untuk dapat menggambarkan skema jaringan dengan komputer ada berbagai cara mulai dengan aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word, Open Office dengan menggunakan fasilitas Drawing. Sedangkan untuk aplikasi komputer lain yang khusus untuk menggambar skema dan diagram antara lain adalah Microsoft Visio.

Simbol-simbol
Ada berbagai simbol yang harus Saudara pahami antara lain:
Simbol Keterangan


menggambarkan sebuah personal komputer/terminal/komputer klien




menggambarkan komputer server


menggambarkan sebuah hub

menggambarkan saluran komunikasi dengan kabel


menggambarkan adanya sinyal yang keluar dari perangkat wireless


menggambarkan perangkat access point



menggambarkan sebuah awan untuk melukiskan jaringan internet global


menggambarkan sebuah modem eksternal (luar)

Tabel 5. Simbol-simbol Komponen Jaringan Komputer.

Simbol-simbol di atas adalah yang umum dipakai jika akan menggambarkan komponen-komponen penyusun dalam jaringan komputer.

Untuk memahami bagaimana penggambaran diagram atau gambar jaringan komputer, Saudara dapat melihat beberapa gambar yang ada pada kegiatan belajar 2. Pada bagian pembahasan topologi fisik jaringan Saudara akan menemui berbagai gambar bagaimana menghubungkan komputer sesuai dengan topologi dan komponen-komponen yang dipakainya.

Di bawah ini Saudara akan melihat bagaimana membuat sebuah diagram jaringan komputer dengan rincian sebagai berikut:
4 komputer sebagai workstation, 1 komputer sebagai server, komputer server terhubung internet dengan menggunakan modem eksternal dengan saluran telepon. Jaringan pada komputer tersebut menggunakan topologi fisik star dan hub sebagai pusatnya.












Gambar 28. Diagram jaringan komputer.

Dengan diagram di atas, Saudara dapat mencoba-coba mengubahnya, misalkan topologinya diubah menjadi bus, atau ditambahkan dengan perangkat acess point.

Nah, setelah Saudara mempelajari berbagai jenis komponen jaringan mulai dari perangkat kabel dan nir kabel serta penggambaran diagram jaringan, maka sekarang Saudara akan berlatih bagaimana menghubungkan 2 komputer dengan menggunakan kabel sebagai media transmisinya.

Saudara tentu masih ingat tentang metode peer to peer, metode ini digunakan untuk mengubungkan komputer yang masing-masing komputer dapat bertindak sebagai server atau client. Jaringan dengan model peer to peer ini selain sederhana juga dapat meminimalkan penggunaan perangkat yang mahal (HUB). Jika Saudara mempunyai kabel model koaksial maka komputer yang terhubung akan banyak sekali dengan menggunakan topologi bus. Hal ini dapat terjadi karena kabel koaksial dengan konektornya dapat saling membuat percabangan untuk menghubungkan antar komputer. Akan tetapi jika Saudara menggunakan kabel UTP, masing-masing ujung dari kabel UTP hanya akan terhubung pada masing-masing NIC yang ada di komputer. Untuk lebih jelasnya ikuti uraian berikut.
Konfigurasi Jaringan Peer to peer
a. Jumlah komputer 2
b. Media transmisi kabel UTP
c. Sistem operasi Windows 98/XP/2000 atau LINUX dengan distro apapun

Alat-alat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
1. Komputer 2 buah masing-masing dengan sistem operasi Windows/LINUX
2. 2 buah Network Interface Card (NIC) lengkap dengan driver-nya
3. Kabel UTP dengan panjang sekitar 2 meter
4. 2 buah konektor RJ-45
5.
Jika Saudara akan membuat konfigurasi jaringan model peer to peer yang akan menghubungkan 2 komputer akan berbeda cara pemasangan kabelnya jika kita membuat hubungan kabel yang menggunakan HUB. Sebagai pengetahuan tambahan tentang pengkabelan ada 2 jenis pemasangan kabel UTP pada jaringan komputer yaitu Straight dan Cross Over. Perbedaan ini terletak pada urutan pemasangan kabel.


Straight
Jika Saudara urai kabel UTP berisi 8 kabel yang kecil di dalamnya dan masing-masing mempunyai warna. Tabel di bawah ini urutan kabel yang dipasang jika akan menggunakan HUB, dimana konektor 1 akan terhubung ke NIC komputer dan konektor 2 masuk ke port HUB.
Konektor 1 No. Konektor 2
Putih Orange 1 Putih Orange
Orange 2 Orange
Putih Hijau 3 Putih Hijau
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru
Hijau 6 Hijau
Putih Coklat 7 Putih Coklat
Coklat 8 Coklat
Tabel Urutan Kabel Straight (www.e-dukasi.net)

Gambar 29. Urutan pemasangan kabel pada konektor (www.e-dukasi.net)

Pemasangan kabel ini sesuai untuk jaringan yang menggunakan HUB






Cross Over
Model kabel ini sesuai untuk jaringan peer to peer, dimana komputer langsung saling terhubung tanpa melewati HUB.
Konektor 1 No. Konektor 2
Putih Orange 1 Putih Hijau
Orange 2 Hijau
Putih Hijau 3 Putih Orange
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru
Hijau 6 Orange
Putih Coklat 7 Putih Coklat
Coklat 8 Coklat
Tabel Urutan Kabel Cross Over (www.e-dukasi.net)

Gambar 30. Urutan pemasangan kabel pada konektor (www.e-dukasi.net)

Pada konektor 2 untuk urutan 1, 2, 3 dan 6 disilang. Dimana pada pin 1 dan 2 merupakan pin untuk transmit data dan pin 3 dan 6 merupakan pin untuk received data.
Untuk membuat urutan kabel di atas, Saudara bisa meminta bantuan instruktur Saudara.
Percobaan :




Setelah semua perangkat telah siap, selanjutnya semua perangkat tersebut dipasangkan pada komputer masing-masing. 1 komputer dengan 1 NIC dan terpasang konektor kabel UTP dan ujung konektor kabel satunya masuk ke port dari NIC komputer yang lain.







Gambar 31. Jaringan Peer to Peer.

Langkah selanjutnya adalah sebagai berikut:
1. Saat pertama kali NIC dipasang pada komputer, maka komputer akan mengenalnya sebagai perangkat keras (hardware) baru.
2. Untuk mengkonfigurasikan sebagai alat yang baru, Saudara persiapkan driver NIC tersebut. Saudara dapat mengaturnya lewat Control Panel.







Gambar 32. Short Cut Add New Hardware dari Control Panel.
3. Jika Saudara yakin NIC sudah terpasang selanjutnya tekan tombol Next.









Gambar 33. Setup Perangkat Keras.

4. Kemudian Saudara pilih pada pilihan kedua, dimana Saudara akan menentukan jenis perangkat keras yang akan ditambahkan.









Gambar 34. Setup Perangkat Keras.

5. Setelah Saudara mengikuti perintah selanjutnya Saudara akan menemui perintah untuk menentukan tipe perangkat keras, untuk itu Saudara pilihlah Network Adapter.








Gambar 35. Jenis Perangkat Keras.

5. Selanjutnya Saudara menentukan pilihan nama dari perangkat keras yang dipakai, pada bagian Manufactures tentukan merk dari NIC kemudian tekan tombol Have Disk, dan ikuti perintah selanjutnya dan jangan lupa mempersiapkan driver bawaan dari NIC. Pada sistem operasi Windows yang lain seperti XP dan 2000 driver dari perangkat tambahan seperti halnya NIC sudah disiapkan dari sistem operasi.













Gambar 36. Menginstalasi Driver.

7. Jika instalasi sudah selesai dan benar, maka Saudara dapat melihat hasilnya dari Control Panel  System  System Properties  Device Manager. Akan terlihat nama dari NIC yang terpasang.













Gambar 37. Hasil Instalasi NIC.








Konfigurasi Jaringan:
1. Setelah NIC terpasang, selanjutnya Saudara menuju pada icon Network pada bagian Control Panel, klik bagian Configuration hingga keluar gambar sebagai berikut:












Gambar 38. Protokol Jaringan.

2. Selanjutnya Saudara pilih pada TCP/IPSURECOM hingga keluar gambar sebagai berikut :











Gambar 39. Pengaturan IP Jaringan.

Pilihlah pada bagian Specify an IP address pada bagian IP Address Saudara masukkan nomor 192.168.0.11 dan Subnet Mask 255.255.255.0. Jika Saudara masih ingat pengantar dasar pada kegiatan belajar 1, di sana ada pemilihan kelas jaringan A, B, C. Sebaiknya Saudara membaca kembali untuk memahami kelas jaringan. Pada kasus ini karena kita hanya menggabungkan 2 buah komputer maka jaringan kita masuk dalam kelas C. Untuk Saudara ingat pada komputer yang kedua nanti Saudara harus membedakan nomor IP yang dipakai, misalkan saja 192.168.0.12.

3. Untuk dapat berbagi file dan printer dengan komputer lain, Saudara perlu menambahkan servis atau layanan yang diberikan kepada komputer agar dapat digunakan oleh komputer lain. Untuk itu pilihlah Add  Select Network Component Type.







Gambar 40 Pengaturan Layanan.

Selanjutnya pilih Add  File and printer sharing for Microsoft Network, hingga keluar tampilan berikut:










Gambar 41. Pemilihan Jenis Layanan.

Jika sudah selesai maka akan muncul File and printer sharing for Microsoft Network pada bagian Configuration.

4. Selanjutnya pilihlah pada tab Identification, untuk memberi nama dari jaringan komputer yang akan kita buat, selain itu juga untuk memberi nama dari komputer yang sedang kita atur. Jika Saudara sedang mengatur komputer yang lain, nama komputer (Computer Name) dibedakan dengan nama komputer yang lain, sedangkan nama Workgroup disamakan. Untuk Computer Description Saudara dapat isi sembarang.
















Gambar 42. Identifikasi Komputer dan Jaringan.

5. Jika telah selesai semua tahapan tersebut, Saudara perlu me-restart ulang komputer tersebut.
6. Langkah selanjutnya adalah cara membuat untuk berbagi file dengan komputer lain (Sharing). Caranya, Saudara masuk bagian Windows Explorer  Pilihlah salah satu folder yang akan disharing  klik kanan dan pilihlah bagian Sharing.









Gambar 43. Pengaturan Berbagi Data.


7. Selanjutnya akan ada berbagai jenis pilihan bagaimana folder diakses (Access Type) :
Read Only : Semua komputer yang akan mengakses data, hanya dapat membacanya saja dan tidak dapat melakukan perubahan.
Full : Semua komputer dapat mengkases folder serta data-data di dalamnya dan dapat mengubah isi file, menuliskan dan menghapus. Jika Saudara memberikan pilihan ini pada folder di komputer, Saudara harus berhati-hati terhadap data yang penting!!
Depends on Password : Semua komputer yang akan mengakses data pada folder yang disharing, harus memasukkan password terlebih dahulu. Jika Saudara memilih model ini, Saudara memasukkan password pada isian password.










Gambar 44. Tipe Akses.

Hasil dari folder yang telah disharing akan muncul gambar tangan sebagai berikut:







Gambar 45. Folder yang disharing.

Jika semua pengaturan di atas telah selesai dilakukan, Saudara dapat melakukan pengaturan berikutnya pada komputer yang lain. Untuk diperhatikan, pastikan bahwa IP komputer yang lain dibuat dengan nomor IP yang lain misal KOM-A dengan IP 192.168.0.11 maka komputer satunya dengan nama KOM-B dan IP 192.168.0.12. Sedangkan langkah-langkah pengaturan dan instalasinya Saudara tinggal mengikuti perintah-perintah di atas.

Mencoba Koneksi 2 Komputer
Setelah Saudara yakin 2 komputer telah dihubung, Saudara dapat menguji jaringan yang Saudara buat telah berjalan dengan sempurna dengan cara sebagai berikut :
1. Ping IP Address
Langkah ini dilakukan dengan untuk mengetahui apakah komputer yang sedang kita pakai atau komputer lain sudah terhubung dengan jaringan. Caranya masuk pada tombol Start  Run  ketik PING 192.168.0.12 –t atau PING KOM-B ini untuk mengetahui apakah komputer lawan (KOM-B) sudah terhubung dengan benar, jika sudah akan terlihat hasil sebagai berikut:








Gambar 45. Tes Koneksi.

2. Saudara masuk ke Windows Explorer  Network Neighborhood  Saudara akan menjumpai sebuah workgroup yang bernama Server  klik dan akan nampak 2 buah komputer yaitu KOM-A dan KOM-B. Jika masing-masing telah mensharing foldernya maka isi dari komputer akan terlihat foldernya. Coba Saudara lakukan sharing untuk berbagi drive misalkan drive C atau CD-ROM dan coba lihat hasilnya.

Senin, 19 Juli 2010

1. LAN (Local Area Network)
LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi. Secara garis besar LAN terdapat dua tipe jaringan LAN yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client Server. Peer to Peer artinya adalah setiap komputer yang terhubung ke dalam jaringan dapat bertindak sebagai komputer pengguna (workstation) maupun komputer penyedia layanan (server). Sedang pada jaringan Client Server hanya ada satu komputer yang bertindak sebagai Server dan yang lain sebagai Client.
Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya dijadikan sebuah file server untuk menyimpan perangkat lunak (software )yang mengatur aktifitasi jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Biasanya kemampuan workstation di bawah file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya.









Gambar 4. Jaringan LAN di Sekolah.

2. MAN (Metropolitan Area Network)
MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu: jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya Bank Mandiri yang ada di seluruh wilayah Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi.











Gambar 5. Jaringan MAN pada Bank antar Kota.

3. WAN (Wide Area Network)
Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana satelit atau kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK MANDIRI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain. WAN mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau benua.

Menggunakan sarana WAN, sebuah Bank yang ada di Jakarta bisa menghubungi kantor cabangnya yang ada di Singapura, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam komunikasi global seperti Internet.Tetapi bagaimanapun juga antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda.










Gambar 6. Jaringan WAN yang menghubungkan antar negara.

Internet merupakan salah satu bentuk jaringan komputer yang termasuk dalam WAN. Internet mampu melakukan komunikasi komputer antar negara bahkan antar benua mulai untuk pertukaran data hingga komunikasi telepon.

Bagaimana Saudara sudah mengetahui jenis-jenis jaringan komputer, secara umum jaringan tersebut mempunyai kesamaan yaitu saling menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lain hanya saja perbedaannya pada skala ukuran dan luas komputer tersebut terhubung. LAN mempunyai cakupan jarak berkisar 10 m – 1 km, MAN mencakup 10 km dan WAN hingga 100 – 1000 km. Berikut ini adalah beberapa perbedaan LAN dan WAN:







LAN WAN
- Cakupan jaringan kecil
- Jarak maksimal jaringan 1 km
- Untuk menghubungkan antar ruangan, gedung, kampus
- Teknologi transmisi/penghantar umunya menggunakan kabel (saat ini sudah mulai nirkabel)
- Umumnya menggunakan topologi sederhana (bus dan ring). - Cakupan jaringan luas
- Jarak maksimal jaringan 1000 km
- Untuk menghubungkan antar negara hingga antar benua.
- Teknologi penghantar menggunakan bantuan satelit atau teknologi kabel bawah laut
- Topologi sudah kompleks
Tabel 4. Perbedaan LAN dan WAN.

Nah, setelah Saudara sudah mengetahui berbagai jenis jaringan komputer serta perbedaan diantaranya, maka sekarang Saudara akan mempelajari tentang topologi fisik jaringan.
Topologi fisik jaringan adalah bentuk fisik bagaimana komputer terhubung antara satu dengan lainnya. Jika Saudara perhatikan kembali pada gambar 4, Saudara dapat membayangkan bagaimana bentuk hubungan antar komputer pada masing-masing ruangan di sekolah.

Secara umum ada tiga macam topologi fisik yang sering digunakan dalam LAN, yaitu:
A. Topologi Bus
B. Topologi Ring (Cincin)
C. Topologi Star (Bintang)

A. Topologi Bus
Pada topologi bus biasanya menggunakan kabel koaksial. Seluruh jaringan biasanya merupakan satu saluran kabel yang kedua ujungnya diterminasi dengan alat berupa Terminator.







Gambar 7. Topologi Bus.
Topologi ini mempunyai keuntungan dan kerugian sebagai berikut:
Keuntungan
- Hemat kabel
- Layout kabel sederhana
- Mudah dikembangkan
Kerugian
- Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- Kepadatan lalu lintas data
- Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
- Diperlukan repeater untuk jarak jauh

B. Topologi Ring (Cincin)
Pada topologi ini kabel yang digunakan akan membentuk lingkaran tertutup sehingga mengesankan cincin tanpa ujung. Secara umum layout topologi ring juga relatif sederhana.










Gambar 8. Topologi Ring.

Keuntungan
- Hemat kabel
Kerugian
- Peka kesalahan
- Pengembangan jaringan lebih kaku




C. Topologi Star (Bintang)
Pada topologi star setiap node pada jaringan akan berkomunikasi melalui sebuah pusat atau konsentrator. Aliran data setiap node akan menuju konsentrator (HUB) terlebih dahulu sebelum ke node tujuan.

Dengan menggunakan topologi jenis ini maka jaringan mudah dikembangkan dengan menarik kabel ke konsentrator/node pusat.










Gambar 9. Topologi Star.

Keuntungan
- Paling fleksibel
- Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
- Kontrol terpusat
- Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
- Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian
- Boros kabel
- Perlu penanganan khusus
- Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis





Selain topologi di atas ada beberapa topologi yang ada antara lain topologi mesh dan tree (pohon).









Gambar 10. Topologi Mesh dan Tree.

Pada topologi mesh tiap komputer saling terhubung dengan banyaknya komputer yang ada, sedangkan pada Tree tiap komputer terhubung secara bebas ke dalam jaringan.

Saya yakin, Saudara dapat memahami berbagai topologi fisik dari jaringan komputer di atas, topologi tersebut umum digunakan dalam membuat sebuah jaringan komputer. Dengan berbekal pengetahuan ini, Saudara telah mempunyai bekal untuk menapaki materi berikutnya yang ada kaitannya dengan uraian materi di atas.

Nah, setelah Saudara mempelajari berbagai model jaringan, topologi jaringan dan protokol jaringan, saatnya Saudara mempelajari media yang digunakan untuk transmisi data. Seperti Saudara ketahui untuk menghubungkan antar komputer umumnya diperlukan sebuah kabel, walaupun sekarang sudah berkembang jaringan nirkabel (infra red, bluetooth).

Media Transmisi
Kabel yang digunakan pada jaringan komputer ada berbagai macam jenis mulai dari yang penghantarnya pendek hingga jauh, dari yang penghantarnya lambat hingga cepat. Berikut ini berbagai jenis kabel yang umum dipakai:

1. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.








Gambar 12. Kabel model Thinnet.

2. Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.






Gambar 13. Kabel Model Thicknet.

3. Twisted Pair Ethernet
Kalau Saudara lihat kabel twisted pair mirip dengan kabel pada telepon. Di dalamnya ada beberapa pasangan kabel yang saling dipelintir dengan pasangannya sehingga disebut twisted pair. Maksud dari pelintiran kabel adalah mengurangi interferensi, derau (noise) dan gangguan yang masuk.

Ada 2 macam kabel ini, yaitu:
a. Shielded Twisted Pair (STP), kabel dengan selubung pembungkus
b. Unshielded Twisted Pair (UTP), kabel tanpa selubung pembungkus
Fungsi selubung untuk penahan (grounding) untuk mengurangi gangguan jadi kabel STP lebih bagus dibandingkan UTP.





Gambar 14. Kabel UTP, STP dan RJ-45.

Karakteristik utama kabel twisted pair adalah sebagai berikut:
a. Kabel yang dipelintir satu sama lain untuk mengurangi interferensi listrik.
b. Dapat terdiri atas dua, empat atau lebih pasangan kabel.
c. Dapat melewatkan sinyal sampai 10 Mbps.
d. Koneksi menggunakan RJ-11 atau RJ-45.
f. STP tahan gangguan daripada UTP sehingga kecepatannya sampai 100 Mbps.
g. Dibutuhkan hub untuk membangun sebuah LAN.
h. Lebih mudah dipelihara karena kerusakan pada satu saluran tidak menganggu saluran lain.

4. Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehsaudaralan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100 Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.





Gambar 15.
Kabel Fiber Optic.
Model OSI
Jika dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia digunakan bahasa yang stsaudarar yaitu bahasa Inggris, maka dalam dunia komputer ada badan dunia yang menangani masalah stsaudararisasi, yaitu International Stsaudarardization Organization (ISO). ISO membuat aturan baku yang dikenal dengan nama Open System Interconnection (OSI). Aturan baku OSI ini selanjutnya akan digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang mengembangkan perangkat jaringan agar dapat berkomunikasi satu dengan lainnya. OSI menjelaskan bagaimana data dan informasi sebuah aplikasi pada komputer melewati media jaringan berkomunikasi ke aplikasi pada komputer lain.


Model OSI terdiri dari 7 lapisan/layer, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi seperti yang Saudara lihat pada tabel berikut:
No Lapisan
7 Aplikasi
Berfungsi sebagai interface antara user dan komputer (Telnet, FTP, DNS)
6 Presentasi
Berfungsi untuk menyediakan sistem penyajian data ke lapisan aplikasi, translation, format coding, compression, decompression, encryption, decryption misalnya format image (JPEG), audio video (MIDI, MPEG), teks (EBCDIC, ASCII)
5 Sessi
Berfungsi untuk mengkoordinasikan jalan komunikasi antar sistem, mengendalikan dialog antar node (komputer, printer) misal Remote Procedure Call (RPC), Structured Query Language (SQL)
4 Transport
Bertanggung jawab dalam proses pengiriman data antar host.
Misal protokol TCP/IP
3 Network
Bertanggung jawab melakukan routing antar jaringan, mengelola sistem pengalamatan logika terhadap jaringan komputer. Misal IP (Internet Protokol) yang merupakan bagian dari TCP/IP
2 Datalink
Berfungsi untuk membungkus paket data dari network dan menjamin paket terkirim ke host lain dengan alamat yang tepat.
1 Fisik
Melakukan pengiriman dan penerimaan bit. Lapisan ini berhubungan secara langsung dengan media komunikasi yang berbeda-beda.
Tabel 1. Lapisan OSI.

Saudara tidak perlu pusing dengan pembagian lapisan di atas. Pembagian lapisan tersebut sudah diatur pada perangkat jaringan. Artinya kita sebagai pengguna tinggal memakainya sesuai keperluan. Tetapi untuk menambah pengetahuan Saudara bahwa dari tabel urutan lapisan di atas, aplikasi merupakan lapisan yang paling dekat dengan kita sebagai pengguna komputer.

Sistem Pengalamatan Jaringan dengan TCP/IP Address
Pada jaringan komputer ada suatu model pengaturan untuk dapat menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya. Model TCP/IP menghubungkan antar komputer dengan metode pengalamatan komputer atau dikenal dengan IP Address. Berikut ini Saudara akan mempelajari protokol TCP/IP dan IP Address.
a. Protokol TCP/IP
Pernahkan Saudara mengikuti upacara bendera di sekolah? Jika Saudara perhatikan, rangkaian acara telah diatur dan dikendalikan oleh seorang yang berfungsi sebagai pemandu acara atau MC (Master of Ceremony). MC akan menentukan urutan acara, lama waktu, dan siapa yang bertugas. Di dalam jaringan komputer terdapat istilah Transport Connection Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). Jaringan komputer dengan sistem operasi Windows, TCP/IP mempunyai peranan yang penting dan juga karena protokol TCP/IP merupakan protokol pilihan (default) dari Windows.

b. IP Address
Tahu nomor rumah Saudara? Ya, hampir semua rumah mempunyai nomor. Nomor rumah penting artinya bagi penghuni di dalamnya baik untuk identitas maupun korespondensi.
Seperti halnya nomor rumah, IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tsaudara titik seperti 192.168.0.1.

Network ID Host ID
192 168 0 1

Tabel 2. Contoh IP Address.
IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID. Network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch).

Jadi kalau Saudara mempunyai 2 atau 3 komputer, maka pada host ID dapat dituliskan 192.168.0.1 kemudian 192.168.0.2 dan 192.168.0.3.
Oleh sebab itu, IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.

c. Kelas-kelas IP Address
Untuk mempermudah pemakaian IP address dibagi dalam tiga kelas.

Kelas Network ID Host ID
A xxx.0.0.1 xxx.255.255.254
B xxx.xxx.0.1 xxx.xxx.255.254
C xxx.xxx.xxx.1 xxx.xxx.xxx.254

Tabel 3. Pembagian Kelas IP Address.

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.

Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:
Network ID = 113
Host ID = 46.5.6
Sehingga IP address di atas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1
Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit. Network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx

IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.

Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan.
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah:
• Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk
• Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting
• Akses informasi: contohnya web browsing
Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Berdasarkan fungsi : Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:
• Client-server Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya.
• Peer-to-peer Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.





Komponen Jaringan Komputer
Jaringan Komputer tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :
1. Komponen Hardware
Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel dan topologi jaringan.
2. Komponen Software
Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.

A. Perangkat jaringan
1. Repeater

Berfungsi untuk menerima sinyal kemudian meneruskan kembali sinyal yang diterima dengan kekuatan yang sama. Dengan adanya repeter, sinyal dari suatu komputer dapat komputer lain yang letaknya berjauhan.
2. Hub
Fungsinya sama dengan repeater hanya hub terdiri dari beberapa port, sehingga hub disebut juga multiport repeter. Repeater dan hub bekerja di physical layer sehingga tidak mempunyai pengetahuan mengenai alamat yang dituju. Meskipun hub memiliki beberapa port tetapi tetap menggunaka metode broadcast dalam mengirimkan sinyal, sehingga bila salah satu port sibuk maka port yang lain harus menunggu jika ingin mengirimkan sinyal.
3. Bridge
Berfungsi seperti repeater atau hub tetapi lebih pintar karena bekerja pada lapisan data link sehingga mempunyai kemampuan untuk menggunakan MAC address dalam proses pengiriman frame ke alamat yang dituju.

4. Switch
Fungsinya sama dengan bridge hanya switch terdiri dari beberapa port sehingga switch disebut multiport bridge. Dengan kemampuannya tersebut jika salah satu port pada switch sibuk maka port-port lain masih tetap dapat berfungsi. Tetapi bridge dan switch tidak dapat meneruskan paket IP yang ditujukan komputer lain yang secara logic berbeda jaringan.
B. Type , Jenis Kabel dan Pengkabelan
Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada beberapa jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu twisted pair (UTPunshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair), coaxial cable dan fiber optic.
1. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar.
Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet. Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan Tconnector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:
• Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
• Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
• Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
• Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
• Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
• Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
• Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
• Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
• Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.
2. Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung. Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuman disebut sebagai yellow cable.Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
• Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan
terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
• Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
• Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
• Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
• Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
• Setiap segment harus diberi ground.
• Jarang maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter). Jarang minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
Peralatan Dalam Sistem Rangkaian Komputer

File Server - Pelayan Fail
File server merupakan jantung bagi semua rangkaian. Ia adalah komputer yang laju dan mengandungi jumlah RAM serta ruang menyimpan yang besar disamping kad antaramuka yang laju. Operating system software (perisian sistem pengendalian) tersimpan dalam komputer ini. Disamping itu juga semua perisian aplikasi dan fail data yang dikongsi juga tersimpan di sini.
File server mengawal hubungan maklumat antara nod dalam rangkaian. Sebagai contoh, komputer akan mengawal apabila kita menghantar perisian pemproses kata ke satu setesen kerja lain, menerima fail pangkalan data dari stesen kerja lain dan menyimpan pesanan e-mel dalam masa yang sama. Ini menyebabkan kita memerlukan komputer yang boleh menyimpan maklumat yang banyak dan boleh berkongsi dengan lain dalam tempoh yang singkat.
Antara ciri-ciri yang perlu ada dalam File server ialah :
• pemproses mikro yang laju ( contoh: Pentium )
• cakera keras yang laju sekurang-kurangnya empat gigabytes
• RAM sekurang-kurangnya 32 MB
• kad antara muka yang laju
• slot tambahan yang banyak
• unit pita sokongan (tape back-up)
• RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks) untuk menjaga data apabila berlaku kerosakan data
Workstation - stesen kerja
Semua komputer yang bersambung dengan file server dipanggil workstation. Semua komputer workstation mengandungi kad antaramuka rangkaian, perisian rangkaian dan kabel yang sesuai. Workstation tidak perlu pemacu cakera liut atau pemacu cakera keras sebab fail-fail boleh disimpan dalam file server. Kebanyakan komputer boleh berfungsi sebagai stesen kerja.
Network Interface Cards - Kad Antara Muka Rangkaian
Network Interface Cards (NIC) merupakan penyambungan fizikal antara rangkaian dengan komputer stesen kerja. Kebanyakan NIC dimasukkan dalam komputer pada salah satu slot tambahan. NIC adalah penentu bagi kelajuan dan kecekapan sesuatu rangkaian. Adalah lebih baik menggunakan NIC yang laju mengikut jenis rangkaian yang digunakan.
Jenis NIC yang biasa digunakan ialah kad Ethernet, LocalTalk dan kad Token Ring. Menurut kajian International Data Corporation Ethernet yang paling popular diikuti oleh Token Ring dan LocalTalk (Sant'Angelo, R.(1995). Netware Unleashed, Indianapolis, IN:Sams Publishing)


Ethernet Cards
Kad ini dibeli berasingan. Ia boleh disambung dengan kabel sepaksi (coaxial), twisted pair atau fiber optics. Bergantung kepada jenis sambungan dan port sambungan iaitu BNC atau RJ45. Sebahgian kad Ethernet mengandungi penyambung AUI. Ia boleh digunakan untuk kabel sepaksi, pasangan terpiuh dan serabut gentian kepada kad Ethernet. Jika kaedah ini digunakan maka alat 'transceiver' perlu disambung kepada stesen kerja.
Concentrators / Hubs - Penumpu
Concentrator atau Penumpu adalah peranti penyambungan bagi semua kabel yang bersambung antara stesen kerja, pelayan dan persisian. Dalam topologi bintang, kabel pasangan terpiuh digunakan untuk menyambung dengan stesen kerja dan penumpu. Hub pula ialah penumpu berbilang slot. Dengan hub kita boleh memasang bilangan rangkaian yang banyak mengikut saiz yang dikehendaki. Sesetengah penumpu bersifat pasif, iaitu membenarkan isyarat yang berpindah dari komputer kepada komputer lain tanpa perubahan. Penumpu yang aktif akan membesarkan isyarat apabila melaluinya dari satu peranti kepada peranti lain. Concentrator aktif digunakan sebagai repeater jika hendak menjarakkan rangkaian. Ciri-ciri penumpu ialah:
• tatarajah berasaskan port 8, 12, atau 24 RJ45
• digunakan dalam topologi bintang atau gelang bintang berdawai (star-wired ring)
• dijual bersama perisian untuk menguruskan port
• dipanggil juga sebagai hub
• kebiasaannya dimuatkan dalam kotak logam supaya boleh dimasukkan bersama modem internet, bridges dan routers


Repeaters
Repeater adalah peranti yang menguatkan isyarat rangkaian apabila melaluinya. Ia disebabkan isyarat yang bergerak dalam kabel semakin lama semakin lemah. Penyambungan peranti ini boleh diasingkan atau digabungkan dalam concentrator. Ia digunakan apabila jumlah panjang kabel rangkaian melebihi had piawai kabel yang digunakan.
Contoh biasa kegunaan repeater dalam LAN ialah rangkaian yang menggunakan topologi bintang dengan kabel pasangan terpiuh tak berdinding. Had panjang kabel ialah 100 meter. Iaitu tatarajah biasa bagi setiap stesen kerja yang disambung dengan kabel jenis ini kepada penumpu aktif port berbilang dimana Penumpu menjana semula semua isyarat yang melaluinya pada jarak yang melebihi 100 meter.

Bridges
Bridge atau tetimbang ialah peranti yang membahgikan satu segmen rangkaian komputer kepada dua rangkaian kecil supaya lebih cekap. Tetimbang boleh digunakan jika kita ingin menambah rangkaian baru kepada rangkaian lama yang sedia ada.
Tetimbang mengawal perjalanan maklumat kedua-dua belah rangkaian supaya paket maklumat sampai ke lokasi yang betul. Kebanyakan tetimbang boleh mengesan rangkaian dan dengan automatik membetulkan alamat setiap komputer kedua-dua belah tetimbang. Ia juga boleh memeriksa setiap pesanan dan jika dikehendaki ia juga boleh memancarkan ke bahagian rangkaian lain.
Tetimbang mengurus perjalanan data untuk menyetabilkan kecekapan kedua-dua belah rangkaian. Kita boleh menganggap tetimbang sebagai polis lalu lintas ketika jalan raya sibuk. Ia mengawal pengaliran maklumat kedua-dua belah rangkaian tetapi tidak membenarkan lalu lintas yang tidak berkenaan. Tetimbang boleh digunakan untuk menyambung kabel yang tidak sama jenis atau topologi berbeza. Bagaimana pun protokol kedua-dua rangkaian mestilah serupa.

Routers
Router bertugas menterjemahkan maklumat daripada satu rangkaian kepada rangkaian lain. Ia merupakan tetimbang cerdas. Router memilih laluan terbaik untuk melalukan pesanan berasaskan alamat dan asalan destinasi. Router boleh mengarahkan laluan untuk mengelakkan pelanggaran maklumat. Dengan kecekapannya ia cepat memintaskan laluan mengikut jalan lain.
Jika tetimbang tahu semua alamat komputer, tetimbang dan router lain dalam setiap bahagian rangkaian, Router pula boleh mengesan seluruh rangkaian untuk menentukan bahagian manakah yang sibuk untuk mengubah laluan data ke bahagian lain sehingga laluan tidak sibuk.
Bagi Rangkaian yang mempunyai LAN untuk disambung ke Internet, pemasangan router adalah cara yang lebih berkesan. Kerana router bertindak sebagai penterjemah antara maklumat LAN dengan Internet. Ia juga menentukan laluan terbaik menghantar data ke Internet. Antara kebaikan router yang lain ialah:
• cekap mengarahkan laluan isyarat
• memandu pesanan mana-mana dua protokol
• memandu pesanan topologi bas linear, bintang dan gelang bintang berdawai
• memandu pesanan merentas kabel gentian optik, sepaksi dan pasangan terpiuh.
Router mengandungi komponen hardware dan juga software contohnya bagi router Cisco software yang digunakan bernama Cisco IOS (Internetworking Operating System). Hardware sebuah router terdiri daripada CPU contohnya Cisco router 2505 menggunakan processor 20MHz Motorola 68EC030.Selain dari itu ia juga mempunyai komponen memori seperti ,NVRAM,flash RAM dan juga RAM. Sambungan ke peralatan network lain menggunakan ports

contohnya serial ports.

Pemasangan RJ45

RJ45 Plug RJ45 Plug
========= =========
/---------T2 1 ... White/Orange .... 1 TxData +
pair2 \---------R2 2 ... Orange .......... 2 TxData -
/----------T3 3 ... White/Green ..... 3 RecvData +
/ R1 4 Blue 4
pair3\ T1 5 White/Blue 5
\----------R3 6 ... Green ........... 6 RecvData -
T4 7 White/Brown 7
R4 8 Brown 8

Common RJ45 Wiring Configuration - 10Base-T (802.3)
Pin Number Pair ID Colour
1 T1 White/Blue
2 R1 Blue/White
3 T2 White/Orange
6 R2 Orange/White


Ini pula ada permasangan cara menyilang (untuk sambungan diantara 2 komputer tanpa HUB)

JENIS-JENIS RANGKAIAN
Jenis-jenis rangkaian sebenarnya ditakrifkan mengikut lingkungan geografi sesuatu rangkaian itu. Selain daripada itu, perbezaan di antara skema rangkaian-rangkaian tersebut turut melibatkan jarak dan orientasi. Biasanya, ia berorientasikan kerangka pusat dan menggunakan talian telefon atau bergantung kepada geganti gelombang mikro untuk menghantar data. Terdapat tiga jenis rangkaian komputer yang asas iaitu:

1. Rangkaian Kawasan Setempat (Local Area Network - LAN)
2. Rangkaian Kawasan Metropolitan (Metropolitan Area Network - MAN)
3. Rangkaian Kawasan Luas (Wide Area Network - WAN)
1 RANGKAIAN KAWASAN SETEMPAT (LAN)
Rangkaian jenis LAN ini biasanya terhad kepada batasan geografi yang kecil misalnya rangkaian yang meliputi sesebuah bangunan, sekolah, pejabat atau kampus. Fungsi asas LAN sebagai satu rangkaian yang menghubungkan sebilangan komputer di dalam kawasan yang terhad seperti di dalam kampus universiti, di dalam sesebuah bangunan dan di dalam bilik serta kerapkali dihubungkan dengan komputer kerangka utama atau minikomputer. Namun begitu, jarang sekali rangkaian LAN meliputi kawasan yang lebih daripada satu batu jaraknya.Komputer-komputer ini dapat dihubungkan dengan pelbagai kaedah seperti kabel pasangan terpiuh atau berpintal, gentian optik, talian telefon dan cahaya inframerah serta isyarat radio.
Setiap topologi perlu melaksanakan kerja yang sama. Situasi yang paling biasa ditemui oleh rangkaian ialah mesej dari satu komputer ke satu komputer yang lain atau arahan supaya menjalankan atur cara yang tersimpan di dalam rangkaian. Data atau atur cara yang diminta oleh mesej mungkin disimpan pada komputer yang digunakan oleh seseorang rakan sekerja dalam rangkaian atau pada pelayan fail (server), suatu komputer khusus. Pelayan fail biasanya adalah merupakan komputer berkuasa tinggi dan mempunyai pemacu cakera keras yang tidak digunakan secara eksklusif oleh individu pada rangkaian itu serta cakera padat (CD drive). Pelayan fail juga seharusnya mempunyai storan semua perisian yang mengawal pengurusan sesuatu sistem rangkaian itu.
Selain daripada itu, pelayan fail wujud hanya untuk melayan semua komputer lain yang berada di dalam sistem rangkaian tersebut. Komputer-komputer yang disambung kepada pelayan fail dikenali sebagai stesen kerja (workstations). Stesen kerja tidak semestinya berkuasa tinggi seperti pelayan komputer namun begitu, komputer-komputer tersebut boleh mempunyai perisian tambahan pada cakera keras masing-masing. Manakala, setiap satu komputer yang menggunakan khidmat pelayan fail dikenali sebagai pelanggan (client). Pencetak boleh juga disambung kepada rangkaian supaya ia boleh dicapai oleh semua pelanggan LAN.
Untuk menggunakannya, rangkaian mestilah menerima permintaan daripada komputer individu atau nod yang dihubungkan pada rangkaian dan ia mestilah mempunyai cara untuk mengendalikan permintaan serentak bagi perkhidmatannya. Sebaik sahaja komputer mendapat perkhidmatan rangkaian, ia haruslah mempunyai cara untuk menghantar mesej dari satu komputer kepada komputer yang lain supaya ia hanya menuju kepada nod yang diperlukan dan tidak muncul di komputer yang lain.
Rangkaian pula mestilah melakukan semua ini secepat mungkin sambil memberi perkhidmatannya secara serata mungkin mengikut giliran di antara nod lain di dalam LAN.
Terdapat tiga jenis rangkaian topologi yang biasa digunakan di dalam tatarajah LAN bagi rangkaian pelanyan-pelanggan. Rangkaian-rangkaian tersebut ialah:
1. Topologi Bas atau Linear Bas (Bus or Linear Bus)
2. Topologi Bintang (Star) atau Labah-labah (Spider)
3. Topologi Gelang Token (Token Ring)
2 RANGKAIAN KAWASAN METROPOLITAN (MAN)
Rangkaian Kawasan Metropolitan (Metropolitan Area Network-MAN) lazimnya meliputi suatu kawasan geografi yang agak luas berbanding dengan rangkaian yang diliputi oleh LAN. Rangkaian MAN biasanya beroperasi di bandar-bandar, gabungan beberapa buah sekolah ataupun di sesebuah daerah. Dengan menjalankan suatu rangkaian perhubungan yang sederhana besarnya di dalam lingkungan susun atur geografi yang besar, informasi dan maklumat dapat disebarkan dengan meluas, cepat dan berkesan.
Perpustakaan-perpustakaan awam dan agensi-agensi kerajaan biasanya gemar menggunakan MAN untuk berhubung dengan warga setempat dan pihak pengurusan sektor swasta. Satu contoh penggunaan MAN ialah di Pasco County yang terletak di Florida, Amerika Syarikat. Rangkaian MAN di sini dikenali sebagai ‘the MIND Network’ yang mana rangkaian tersebut berfungsi menghubungkan semua pusat media Pasco kepada komputer kerangka utama berpusat (centralized mainframe) yang terletak di pejabat daerah dengan menggunakan talian telefon, kabel koaksial, alat perhubungan tanpa tali (wireless communications providers).
Di dalam bidang perniagaan contohnya, satu komputer peribadi menghantar data kepada satu minikomputer atau kerangka utama. Oleh kerana, komputer-komputer yang lebih besar atau berkuasa tinggi sememangnya direka sebagai pelayan (server), ia berfungsi membenarkan mana-mana laluan masuk sesebuah terminal, sesebuah komputer peribadi itu boleh berkomunikasi dengan sebuah minikomputer atau kerangka utama.
Ini akan hanya berlaku jika komputer peribadi tersebut boleh bersaing atau menyerupai sebuah terminal. Oleh yang demikian, rangkaian ini akan berjaya apabila komputer peribadi itu dilengkapkan dengan terminal emulation software. Komputer yang lebih besar itu kemudiannya mengtanggapi komputer peribadi atau stesen kerja itu sebagai satu pengguna lain di dalam rangkaian perantaraan komunikasi input-output.
Apabila komputer yang lebih kecil disambungkan ke komputer ke komputer yang lebih besar, perhubungannya dirujuk sebagai perhubungan mikro-ke-kerangka utama. Komputer besar di mana terminal atau komputer peribadi disambungkan dikenali sebagai komputer hos. Jika sebuah komputer peribadi itu digunakan sebagai terminal, perisian memindahkan fail (file transfer software) membenarkan pengguna untuk memindahkan fail (download) dari hos ataupun menghantar data ke hos (upload). Download file bererti membuka dan mengambil data dari sebuah komputer peribadi yang lain dan menghantar data ke komputer yang berkenaan yang diminta oleh pengguna. Upload file pula bererti pengguna membuka fail data dan menghantarkannya ke sebuah komputer yang lain.
3. RANGKAIAN KAWASAN LUAS (WAN)
Rangkaian Kawasan Luas (Wide Area Network – WAN) menghubungkan suatu kawasan yang lebih luas dari segi geografinya, contohnya menghubungkan Florida, Amerika Syarikat dengan dunia.
Rangkaian WAN berupaya menghubungkan sekolah-sekolah di Florida dengan tempat-tempat lain di dunia contohnya Tokyo dalam hanya beberapa minit sahaja, tanpa perlu menyediakan sejumlah wang yang besar untuk membayar bil telefon. Namun begitu, rangkaian WAN ini agak rumit dan kompleks. Ia memerlukan pelbagai perkakasan dan perisian sebelum membolehkan rangkaian setempat dan metropolitan berhubung dengan komunikasi secara global dan antarabangsa seperti Internet. Secara lahirnya, rangkaian WAN kelihatan hampir serupa dan tidak banyak bezanya dengan LAN atau MAN.
Rangkaian Kawasan Luas yang tipikal memgabungkan dua atau lebih Rangkaian Kawasan Setempat dan biasanya melibatkan suatu kawsan geografi yang luas. Contohnya, satu syarikat yang mempunyai ibu pejabat di suatu tempat, kilang di suatu tempat yang lain dan gabungan pemasaran di suatu kawasan yang agak jauh dari kedua-dua kawasan tersebut.

TOPOLOGI RANGKAIAN
Topologi rangkaian merujuk kepada bagaimana komputer-komputer tersebut disambungkan secara pemetaan.Topologi rangkaian terbahagi kepada dua jenis iaitu topologi fizikal dan topologi logikal.
Topologi fizikal bagi suatu rangkaian merujuk kepada konfigurasi yang terdapat pada kabel, komputer dan lain-lain periferal (peripherals). Topologi logikal pula merupakan kaedah yang digunakan untuk memindahkan informasi atau maklumat di antara satu komputer dengan satu komputer yang lain yang terdapat di dalam stesen kerja.Berikut adalah di antara jenis-jenis topologi yang utama:

1. Topologi Bas atau Linear Bas (Bus or Linear Bus)
2. Topologi Bintang (Star)
3. Topologi Gelang Token (Token Ring) atau Bintang Cecincin (Star-Wired Ring)
TOPOLOGI BAS ATAU LINEAR BAS (BUS OR LINEAR BUS)

Suatu Topologi Linear Bas mengandungi kabel yang menjadi tunggak utama dan penyambung `nyawa’ kepada komputer-komputer yang terdapat di dalam rangkaian ini. Ia selalunya digunakan di dalam persekitaran yang menggunakan wayar koaksial. Kabel-kabel ini mempunyai satu titik permula serta penutupnya (terminator) yang dipasang pada kedua-dua penghujung awal dan akhir kabel tersebut. Di antara kedua titik inilah komputer peribadi atau komputer pelayan dirangkaikan di antara satu sama lain. Semua nod ( fail pelayan, stesen kerja dan periferal) adalah disambung kepada kabel linear tersebut. Di antara rangkaian-rangkaian yang menggunakan topologi Linear Bas ialah Ethernet dan LocalTalk.
KAEDAH TOPOLOGI LINEAR BAS BEKERJA

Semua nod pada Bas, Ethernet atau mana-mana rangkaian disambungkan kepada LAN sebagai cabang daripada talian umum. Setiap nod mempunyai alamat atau tanda pengenalan yang unik dan berbeza di antara satu sama lain. Kad rangkaian yang dipasangkan di dalam nod sebuah komputer lain, pelayan fail, atau pelayan pencetak, mendengar untuk memastikan bahawa tiada isyarat sedang dihantar di sepanjang rangkaian. Kemudian ia akan menghantar mesej ke peranti lain dengan memberinya kepada penghantar-terima, biasanya pada kad tambah. Setiap nod mempunyai penghantar-terimanya sendiri.
Penghantar-terima akan menyiarkan mesej di dalam kedua-dua arah supaya ia sampai ke semua nod lain di dalam rangkaian. Mesej yang disampaikan termasuklah alamat destinasinya, sumber mesej tersebut, bingkisan pemeriksaan ralat, data-data atau maklumat. Setiap nod yang terdapat di sepanjang bas memeriksa maklumat alamat yang terkandung di dalam mesej. Nod di mana mesej tidak dialamatkan, tidak akan diberi sebarang perhatian. Apabila nod mengesan alamatnya sendiri di dalam mesej, nod akan membaca data, memeriksa ralat, dan menghantar pemakluman kepada penghantar, dengan menggunakan alamat penghantar, yang disertakan sebagai sebahagian daripada mesej.
Apabila dua nod menghantar mesej secara serentak, pelanggaran di antara dua mesej membentuk corak gangguan elektrik yang boleh dikesan bergerak sepanjang bas oleh penghantar.
Penghantar pertama yang mengesan perlanggaran menghantar isyarat khas untuk menyekat rangkaian supaya semua nod akan tahu rangkaian telah disekat. Penghantaran dari semua nod akan terhenti, setiap nod menunggu secara rawak bagi satu tempoh masa sebelum cuba untuk menghantar semula mesejnya. Proses ini mengulang sehingga satu daripada nod menghantar mesejnya tanpa bertembung dengan mesej nod lain.

KEBAIKAN DAN KEKURANGAN MENGGUNAKAN LINEAR BAS

KEBAIKAN LINEAR BAS
1. Mudah menyambungkan sesebuah komputer atau periferal kepada sesebuah
topologi Linear Bas.
2. Topologi ini amat mudah, murah serta senang untuk dikendalikan.
KEKURANGAN LINEAR BAS
1. Sebarang masalah pada mana-mana nod pada rangkaian tersebut berupaya
menjadikan keseluruhan rangkaian tersebut gagal berfungsi.
2. Titik permula atau penutup diperlukan pada kedua-dua penghujung tulang
belakang kabel tersebut.
3. Sukar untuk mengenali permasalahan yang dihadapi jika keseluruhan sistem
rangkaian itu gagal berfungsi.
4. Tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya jalan penyelesaian rangkaian utama
di dalam sesebuah bangunan yang besar.

TOPOLOGI BINTANG (STAR) ATAU LABAH-LABAH (SPIDER)
Selain daripada topologi bas, turut merupakan topologi yang agak popular ialah topologi bintang. Topologi ini adalah juga topologi yang seringkalinya digunakan di dalam persekitaran rangkaian yang berasaskan kepada penggunaan komputer pelayan-pelanggan (client-server). Persekitaran rangkaian berasaskan kepada topologi ini adalah bentuk topologi yang menjadi pilihan di kalangan pengguna rangkaian yang serius. Segmen industri khususnya syarikat multinasional, pusat pengajian tinggi awam, sektor pembuatan dan sebagainya selalunya selesa serta menggemari topologi ini.
Di antara ciri-ciri penting topologi ini serta sekaligus perbezaannya dengan topologi bas ialah penggunaan perkakasan yang dikenali sebagai hab. Hab ini merupakan perkakasan pusat yang berfungsi sebagai penyambung kepada komputer induk iaitu komputer pelayan. Manakala komputer peribadi iaitu nod-nod yang terdapat pada rangkaian tersebut akan bersambung pula kepada hab. Kaedah serta fungsi topologi ini beroperasi juga berbeza sedikit dengan kaedah operasi topologi bas. Ini adalah apabila sesebuah nod atau komputer peribadi pada rangkaian tersebut menghantar mesej serta isyarat, ia akan dihantar dahulu kepada hab.
Hab pula akan terlebih dahulu memprosesnya dan kemudian menghantar secara terus kepada komputer peribadi serta nod destinasi.Topologi ini juga agak stabil serta mudah diurus. Oleh kerana ia berteraskan kepada penggunaan hab, kerosakan pada mana-mana nod serta komputer peribadi tidak akan memberikan kesan kepada keseluruhan rangkaian tersebut. Namun, jika ada masalah pada hab anda, alamatnya bermasalahlah rangkaian tersebut.
KAEDAH TOPOLOGI BINTANG ATAU LABAH-LABAH BEKERJA

Rangkaian ini terdiri daripada satu komputer hos yang disambungkan kepada satu atau lebih komputer yang kecil. Di dalam sistem seperti ini, semua komunikasi mestilah melalui komputer hos sebelum bergerak ke satelit jauh yang sesuai. Apabila nod di dalam tatarajah rangkaian disambungkan kepada talian secara berasingan, kesemua nod-nod tersebut akan menghala ke hab yang sama atau ke stesen pusat. Stesen pusat lazimnya mengandungi suis untuk menyambungkan sebarang talian dengan sebarang talian yang lain. Nod akan menghantar mesej alamat nod di mana mesej itu hendak ditujukan berserta kod pemeriksaan dan ralat ke pusat stesen.
Walau bagaimanapun, lebih daripada satu nod dibenarkan untuk mengeluarkan mesej secara serentak. Stesen pensuisan kemudiannya akan meninjau setiap nod yang disambungkan kepadanya dengan tetap dan teratur. Dengan mengambil giliran untuk membuka dan menutup suis, stesen turut berfungsi bagi mengelakkan sebarang mesej daripada berlanggar. Bagi mengelakkan sebarang nod daripada memonopolikan rangkaian tersebut, stesen pensuisan akan hanya membenarkan sebahagian kecil daripada mesej melalui suis pada setiap kali. Mesej lain perlulah menunggu giliran sehingga stesen bersedia untuk menerima dan melayannya.









KEBAIKAN DAN KEKURANGAN MENGGUNAKAN TOPOLOGI BINTANG ATAU LABAH-LABAH

KEBAIKAN TOPOLOGI BINTANG
1. Mudah untuk ditempatkan (install) dan dipasang kabel (wiring)
2. Rangkaian tidak akan terganggu apabila salah satu daripada peranti atau periferal
disambung atau dialih.
3. Mudah untuk mengesan kesilapan dan kecacatan yang berlaku dan memindahkan
perkakasan yang rosak.
KEKURANGAN TOPOLOGI BINTANG
1. Memerlukan kuantiti kabel yang lebih panjang berbanding dengan topologi bas.
2. Jika hab atau concentrator gagal berfungsi, nod juga turut gagal untuk
menjalankan tugasnya.
3. Kos yang diperlukan adalah lebih tinggi berbanding dengan topologi bas kerana
melibatkan kos concentrators yang agak mahal.
4. Apabila komputer hos rosak, semua komputer akan terjejas dan menyebabkan
kehilangan besar kuasa pengkomputeran.


TOPOLOGI GELANG TOKEN (TOKEN RING) ATAU BINTANG CECINCIN (STAR-WIRED RING)
Jenis topologi ini tidaklah sebegitu popular sebagaimana topologi bas dan topologi bintang. Rangka reka bentuk jenis topologi ini seolah menyamai sebuah bebulat. Ini adalah kerana setiap nod serta komputer peribadi akan disambungkan pula kepada komputer peribadi serta nod seterusnya iaitu nod yang bersebelahan dengannya. Di dalam topologi ini, nod serta komputer peribadi yang terdapat pada rangkaian tersebut amat bergantung di antara satu sama lain. Jika sesebuah komputer itu rosak ataupun tidak bermasalah, seluruh rangkaian tersebut tidak akan dapat berfungsi.
Walaupun topologi ini seakan-akan ada persamaan dengan topologi bas, namun ia juga mempunyai perbezaannya yang tersendiri. Di antara perbezaanya ialah kaedah mesej serta isyarat dihantar. Jika topologi berasaskan bas menghantar mesej secara dua hala, topologi ini pula menghantar secara sehala. Ini bermakna ia akan melalui setiap nod serta komputer peribadi yang terdapat di dalam rangkaian tersebut sehingga sampai kepada komputer destinasi. Kelebihan pada topologi ini adalah aspek kos topologi ini yang selalunya lebih murah jika dibandingkan dengan kos untuk membangunkan rangkaian menggunakan topologi-topologi yang lain. Namun ia tidaklah sebegitu digemari kerana adalah sukar untuk menambah upaya sesebuah rangkaian yang menggunakan topologi seumpama ini.
BAGAIMANA TOPOLOGI GELANG TOKEN ATAU BINTANG CECINCIN BEKERJA
Rangkaian gelang ini terdiri daripada beberapa sistem komputer yang berpaut secara bersiri di antara satu sama lain, tanpa komputer hos pusat. Komunikasi hanya boleh dilakukan secara terus antara sistem-sistem satelit. Semua nod pada rangkaian gelang token disambungkan kepada litar yang sama, yang membentuk gegelung selanjar. Token, yang mengandungi mesej pendek (walaupun semuanya kosong), beredar secara berterusan di sekeliling gegelung dan dibaca melalui kad penyesuai gelang token pada setiap nod ketika token lalu.
Nod yang hendak menghantar mesej menyambar token semasa ia lalu, dan mengubah kod perduaan di dalam token untuk mengumumkan bahawa ia sedang digunakan. Ia turut menyertakan mesej nod bersama-sama dengan alamat nod yang ditujukan dan kod pemeriksaan ralat. Hanya satu mesej sahaja pada setiap kali perjalanan yang boleh diedarkan pada rangkaian.
Disebabkan rintangan elektrik yang merupakan sebahagian daripada sebarang litar akan secara beransur-ansur menghilangkan token dan mesejnya yang disertakan, setiap nod mengandungi pengulang yang menjana semula keseluruhan mesej untuk mengekalkan kekuatan dan integriti data.
Setiap nod akan memeriksa token semasa ia berlalu untuk melihat sama ada token mengandungi alamat nod. Mesej yang dimaksudkan untuk nod membuat salinan mesej dan kemudian meneruskan penghantarannya di sepanjang gelang. Mesej akhirnya kembali ke nod asal, yang kemudian membuang mesej tersebut dan mengembalikan isyarat, yang mana kesemuanya kosong sama seperti keadaan asalnya.










KEBAIKAN DAN KEKURANGAN MENGGUNAKAN TOPOLOGI GELANG TOKEN ATAU BINTANG CECINCIN

KEBAIKAN TOPOLOGI GELANG TOKEN
1. Jika komunikasi terputus di antara dua sistem bersebelahan, satu lintasan
alternatif di antara dua tempat ini boleh digunakan.
2. Mudah ditempatkan (install) dan dikabelkan (wiring).
3. Mudah mengesan kecacatan dan kesilapan peralatan dan mudah untuk
mengasingkan perkakasan yang berkenaan.
KEKURANGAN TOPOLOGI GELANG TOKEN
1. Memerlukan kabel yang lebih panjang sama seperti topologi bintang.
2. Jika hab atau concentrator gagal berfungsi, nod berkenaan juga turut gagal
berfungsi.
Walaupun Topologi Gelang Token kelihatan serupa pada zahirnya dengan topologi bintang, namun begitu sebenarnya Topologi Gelang Token telah dilengkapi dengan MAU ( multistation access unit) yang mengandungi kabel dan pendawaian yang membenarkan topologi ini menghantar informasi atau maklumat dari satu peranti ke satu peranti yang lain di dalam bentuk bulatan (in a circle
Media transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik atau cahaya dapat dipakal sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan penerimaan data. Pilihan media transmisi (pengirim) untuk keperluan komunikasi data tergantung pada beberapa faktor, seperti harga, performance jaringan yang dikehendaki, ada atau ada tidaknya medium tersebut.
Copper Media
Copper media merupakan semua media transmisi data yang terbuat dari bahan tembaga. Orang biasanya menyebut dengan nama kabel. Data yang dikirim melalui kabel, bentuknya adalah sinyal listrik (tegangan atau arus) digital.
Jenis-jenis kabel yang dipakai sebagai transmisi data pada jaringan :
1. Koaksial
2. STP
3. UTP
Kabel Coaxial

Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV. Disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector). Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah, dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar .Ada 2 jenis yaitu RG-58 (10Base2) dan RG-8 (10Base5 ). Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC konektor. Keuntungan menggunakan kabel koaksial adalah lebih murah dari pada kabel fiber optic dan jarak jangkauannya cukup jauh dari kabel jenis UTP/STP yang menggunakan repeater sebagai penguatnya. Kekurangannya adalah susah pada saat instalasi, baik installasi konektor maupun kabel. Untuk saat ini kabel koaksial sudah tidak direkomendasikan lagi intuk instalasi jaringan.
Twisted Pair
Twisted Pair terdiri dari 2 jenis :
• Unshielded Twisted Pair (UTP)
• Shielded Twisted Pair (STP)
Kabel ini terdiri dari 4 pasang kabel yang dipilin (twisted pair), instalasinya mudah, harganya relatif murah dan cukup handal.

Shielded Twisted Pair
Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m .

Unshielded Twisted Pair
Keuntungan menggunakan kabel UTP adalah murah dan mudah diinstalasi. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m.
Ada beberapa kategori untuk kabel Twisted Pair, yaitu :
• Kategori 1 (Cat-1).
Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
• Kategori 2 (Cat-2).
Range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistem PBX dan sistem Alarm. Transmisi data ISDN menggunakan kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
• Kategori 3 (Cat-3).
Sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 Ω dan berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
• Kategori 4 (Cat-4).
Seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps, diterapkan pada jaringan Token Ring dengan bandwidth 16 Mbps.
• Kategori 5 (Cat-5).
Merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade) dengan bandwidth 100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m.
postingan terkait : http://muhartin.wordpress.com/2009/03/13/mengenal-jenis-kabel-twisted-pair-shielded-dan-unshielded/
Optical Media

Bagan fiber optic

alur multimode dan single mode
Ada tiga jenis kabel fiber optic yang biasanya digunakan, yaitu single mode, multi mode dan plastic optical fiber yang berfungsi sebagai petunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya. Dari transmitter receiver, yang mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya, dalam bentuk light-emitting diode ataupun laser. Kabel fiber optic single mode merupakan fiber glass tunggal dengan diameter 8.3 sampai 10 mikrometer, memiliki satu jenis transmisi yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak jauh, dan membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektrum yang lebih kecil. Kemampuan kabel jenis single mode dalam mengantarkan transmisi adalah 50 kali lebih cepat dari kabel jenis multimode, karena memiliki core yang lebih kecil sehingga dapat menghilangkan setiap distorsi dan pulsa cahaya yang tumpang t indih. Kabel fiber optic multimode terbuat dari fiberglass dengan diameter lebih besar, yaitu 50 sampai dengan 100 mikrometer yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak menengah. Apabila jarak yang ditempuh lebih dari 3000 kaki, akan terjadi distorsi sinyal pada sisi penerima yang mengakibatkan transmisi data menjadi tidak akurat. Sedang plastic optical fiber adalah kabel berbasis plastik terbaru yang menjamin tingkat performa yang sama dengan fiber glass dalam jarak pendek dengan biaya yang jauh lebih murah. Saat ini, fiber optic telah digunakan sebagai standar kabel data dalam biding physical layer telekomunikasi atau jaringan, seperti perangkat TV kabel, juga sistem keamanan yang menggunakan Closed Circuit Television (CCTV), dan lain sebagainya Bahan dasar dari optical media adalah kaca dengan ukuran yang sangat kecil (skala mikron).Biasanya dikenal dengan nama fibre optic (serat optic).Data yang dilewatkan pada medium ini dalam bentuk cahaya (laser atau inframerah).
Satu buah kabel fibre optic terdiri atas dua fiber,satu berfungsi untuk Transmit (Tx) dan satunya untuk Receive (Rx) sehingga komunikasi dengan fibre optic bisa terjadi dua arah secara bersama-sama (full duplex).

Wireless Network

wireless access point
Saat ini sudah banyak digunakan jaringan tanpa kabel (wireless network), transmisi data menggunakan sinar infra merah atau gelombang mikro untuk menghantarkan data. Walaupun kedengarannya praktis, namun kendala yang dihadapi disini adalah masalah jarak,bandwidth, dan mahalnya biaya. Namun demikian untuk kebutuhan LAN di dalam gedung, saat ini sudah dikembangkan teknologi wireless untuk Active Hub (Wireless Access Point) dan Wireless LAN Card (pengganti NIC), sehingga bisa mengurangi semrawutnya kabel transmisi data pada jaringan komputer. Wireless Access Point juga bisa digabungkan (up-link) dengan ActiveHub dari jaringan yang sudah ada.
Media transmisi wireless menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi. Biasanya gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 2.4 Ghz dan 5 Ghz. Data-data digital yang dikirim melalui wireless ini akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik ini.
Fiber optic merupakan sebuah teknologi yang menggunakan kaca (atau plastik) benang (serat) untuk menghantar data. Sebuah kabel fiber optic terdiri daripada seikat benang kaca yang masing-masing mampu memancarkan mesej diatur ke gelombang cahaya.
Gentian optik mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan logam tradisional komunikasi baris.
• Kabel fiber optic mempunyai jauh lebih besar bandwidth daripada kabel logam. Ini bermakna bahawa mereka boleh membawa lebih banyak data.
• Kabel fiber optic kurang terdedah daripada gangguan berbanding kabel logam.
• Kabel fiber optic jauh lebih tipis dan ringan daripada kabel logam.
• Data boleh dihantar secara digital (bentuk alami untuk data komputer) daripada analog.
Masalah utama daripada serat optik adalah harga kabel yang mahal untuk pemasangan. Selain itu, ianya lebih rapuh berbanding kawat dan sukar untuk membuat penyambungan.
Fiber optic adalah teknologi yang sangat popular untuk LAN (Local Area Network). Selain itu, syarikat telefon kini giat menukar saluran telefon biasa kepada kabel fiber optic. Di masa depan, hampir semua komunikasi akan menggunakan fiber optic.
Fiber optic adalah sebuah kaca atau plastik serat yang membawa cahaya sepanjang kabel. Fiber optic adalah tumpang tindih ilmu gunaan dan teknik berkaitan dengan rekabentuk dan pelaksanaan fiber optic. Fiber optic banyak digunakan dalam komunikasi fiber optic, yang membolehkan penghantaran melalui jarak yang lebih jauh dan lebih qualiti bandwidth (data rates) daripada bentuk-bentuk komunikasi lain. Fiber digunakan sebagai pengganti logam kabel kerana isyarat di kabel logam akan berkurangan untuk jarak yang jauh, dan gangguan elektromagnet juga menjadi faktor kemerosotan isyarat apabila menggunakan kabel logam. Fiber juga digunakan dengan cara menghantar data secara pukal sehingga ianya boleh digunakan untuk membawa foto, dan melalui ruangan yang sesak. Fiber yang direka secara khusus digunakan untuk pelbagai aplikasi lain, termasuk sensor dan fiber laser.
Cahaya adalah disimpan di ‘core’ di dalam fiber optic oleh keseluruhan pantulan dalaman. Hal ini menyebabkan fiber bertindak sebagai Waveguide. Fiber yang menyokong banyak mode disebut fiber multi-mode (MMF), sekiranya ia hanya boleh menyokong satu mode, fiber ini akan dipanggil fiber mode tunggal (SMF). Fiber Multi-mode umumnya memiliki diameter ‘core’ yang lebih besar, dan digunakan untuk capaian komunikasi jarak pendek dan untuk aplikasi di mana kekuatan qualiti mesti diperolehi. Fiber Single-mode digunakan bagi kebanyakan komunikasi yang jauh lebih daripada 550 meter (1.800 kaki).
1. Komunikasi Fibre Optic:
Fibre optic boleh dijadikan prasarana kepada telekomunikasi dan rangkaian kerana kerana fleksibel dan boleh digabungkan sebagai kabel. Hal ini menguntungkan bagi komunikasi jarak jauh kerana penyebaran cahaya mempunyai redaman kecil berbanding menggunakan kabel elektrik (menggunakan teknologi copper). Setiap serat boleh membawa banyak pusat yang bebas, masing-masing menggunakan berbeza panjang gelombang cahaya - panjang gelombang-division multiple (wavelength-division multiplexing (WDM)). Tingkat data bersih (data rate tanpa overhead bait) per fibre adalah channel data rate per dikurangkan dengan overhead FEC, didarabkan dengan jumlah saluran (biasanya sampai dengan lapan puluh dalam komersil WDM padat sistem sebagai tahun 2008).
2. Sensor Fibre Optic
Fibre optic banyak kegunaan bagi penginderaan jarak jauh. Dalam beberapa aplikasi, sensor itu sendiri merupakan sebuah fibre optik. Dalam kes lain, fibre yang digunakan untuk menyambung sensor bukan-fibre optik dengan sistem pengukuran. Bergantung pada aplikasi, fibre boleh digunakan kerana saiz kecil, atau fakta bahawa tidak ada kuasa yang diperlukan di lokasi terpencil, atau kerana banyak sensor boleh pelbagai sepanjang fibre dengan menggunakan panjang gelombang cahaya yang berbeza untuk masing-masing sensor, atau dengan merasakan masa tunda sebagai melewati cahaya di sepanjang serat melalui sensor masing-masing. Masa tunda dapat ditentukan dengan menggunakan device seperti optical time-domain reflectometer.
Fibre optik boleh digunakan sebagai sensor untuk mengukur regangan , suhu , tekanan dan kuantiti lain dengan mengubahsuai fibre sehingga kuantiti yang akan diukur memodulasi intensitas , fasa , polarisasi , panjang gelombang atau masa transit cahaya dalam fibre. Sensor yang bervariasi intensitas cahaya yang paling mudah, kerana hanya merupakan sumber sederhana dan pengesan diperlukan. Sebuah ciri yang sangat berguna seperti sensor fibre optik adalah ianya dapat, jika perlu, memberikan pengedaran penderiaan jarak sampai dengan satu meter.
3. Kegunaan Lain Daripada Fibre Optic
Fibre banyak digunakan di dalam aplikasi pencahayaan. Ianya digunakan sebagai panduan ringan dan lain-lain aplikasi perubatan di mana cahaya yang terang perlu menyinari sasaran tanpa jelas garis-pandang-jalan. Dalam beberapa bangunan, fibre optik digunakan untuk laluan sinar matahari dari atap sampai bahagian lain dari bangunan (optik non-imaging).
Dalam spektroskopi, bundel fibre optik yang digunakan untuk menghantar cahaya dari spektrometer untuk suatu zat yang tidak dapat ditempatkan di dalam spektrometer sendiri, untuk menganalisis komposisinya. Dengan menggunakan fibre, spektrometer boleh digunakan untuk mempelajari objek yang terlalu besar untuk muat dalam, atau gas, atau reaksi yang terjadi dalam pembuluh tekanan.

CISC adalah singkatan dari Complex Intruction Set Computer dimana prosesor tersebut memiliki set instruksi yang kompleks dan lengkap. Sedangkan RISC adalah singkatan dari Reduced Instruction Set Computer yang artinya prosesor tersebut memiliki set instruksi program yang lebih sedikit. Karena perbedaan keduanya ada pada kata set instruksi yang kompleks atau sederhana (reduced).
Pendekatan CISC

Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu perintah cukup dengan beberapa baris bahasa mesin sedikit mungkin. Hal ini bisa tercapai dengan cara membuat perangkat keras prosesor mampu memahami dan menjalankan beberapa rangkaian operasi. Untuk tujuan contoh kita kali ini, sebuah prosesor CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi khusus, yang kita beri nama MULT. Saat dijalankan, instruksi akan membaca dua nilai dan menyimpannya ke 2 register yag berbeda, melakukan perkalian operan di unit eksekusi dan kemudian mengambalikan lagi hasilnya ke register yang benar. Jadi instruksi-nya cukup satu saja…Download

MULT 2:3, 5:2

MULT dalam hal ini lebih dikenal sebagai “complex instruction”, atau instruksi yang kompleks. Bekerja secara langsung melalui memori komputer dan tidak memerlukan instruksi lain seperti fungsi baca maupun menyimpan.
Satu kelebihan dari sistem ini adalah kompailer hanya menerjemahkan instruksi-instruksi bahasa tingkat-tinggi ke dalam sebuah bahasa mesin. Karena panjang kode instruksi relatif pendek, hanya sedikit saja dari RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut.

Pendekatan RISC
Prosesor RISC hanya menggunakan instruksi-instruksi sederhana yang bisa dieksekusi dalam satu siklus. Dengan demikian, instruksi ‘MULT’ sebagaimana dijelaskan sebelumnya dibagi menjadi tiga instruksi yang berbeda, yaitu “LOAD”, yang digunakan untuk memindahkan data dari memori ke dalam register, “PROD”, yang digunakan untuk melakukan operasi produk (perkalian) dua operan yang berada di dalam register (bukan yang ada di memori) dan “STORE”, yang digunakan untuk memindahkan data dari register kembali ke memori. Berikut ini adalah urutan instruksi yang harus dieksekusi agar yang terjadi sama dengan instruksi “MULT” pada prosesor RISC (dalam 4 baris bahasa mesin):
LOAD A, 2:3
LOAD B, 5:2
PROD A, B
STORE 2:3, A
Awalnya memang kelihatan gak efisien iya khan? Hal ini dikarenakan semakin banyak baris instruksi, semakin banyak lokasi RAM yang dibutuhkan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. Kompailer juga harus melakukan konversi dari bahasa tingkat tinggi ke bentuk kode instruksi 4 baris tersebut.
Bagaimanapun juga, strategi pada RISC memberikan beberapa kelebihan. Karena masing-masing instruksi hanya membuthukan satu siklus detak untuk eksekusi, maka seluruh program (yang sudah dijelaskan sebelumnya) dapat dikerjakan setara dengan kecepatan dari eksekusi instruksi “MULT”. Secara perangkat keras, prosesor RISC tidak terlalu banyak membutuhkan transistor dibandingkan dengan CISC, sehingga menyisakan ruangan untuk register-register serbaguna (general purpose registers). Selain itu, karena semua instruksi dikerjakan dalam waktu yang sama (yaitu satu detak), maka dimungkinkan untuk melakukan pipelining.
Memisahkan instruksi “LOAD” dan “STORE” sesungguhnya mengurangi kerja yang harus dilakukan oleh prosesor. Pada CISC, setelah instruksi “MULT” dieksekusi, prosesor akan secara otomatis menghapus isi register, jika ada operan yang dibutuhkan lagi untuk operasi berikutnya, maka prosesor harus menyimpan-ulang data tersebut dari memori ke register. Sedangkan pada RISC, operan tetap berada dalam register hingga ada data lain yang disimpan ke dalam register yang bersangkutan.

RISC vs. CISC
Cara sederhana untuk melihat kelebihan dan kelemahan dari arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computers) adalah dengan langsung membandingkannya dengan arsitektur pendahulunya yaitu CISC (Complex Instruction Set Computers).
Perkalian Dua Bilangan dalam Memori

Pada bagian kiri terlihat sebuah struktur memori (yang disederhanakan) suatu komputer secara umum. Memori tersebut terbagi menjadi beberapa lokasi yang diberi nomor 1 (baris): 1 (kolom) hingga 6:4. Unit eksekusi bertanggung-jawab untuk semua operasi komputasi. Namun, unit eksekusi hanya beroperasi untuk data-data yang sudah disimpan ke dalam salah satu dari 6 register (A, B, C, D, E atau F). Misalnya, kita akan melakukan perkalian (product) dua angka, satu disimpan di lokasi 2:3 sedangkan lainnya di lokasi 5:2, kemudian hasil perkalian tersebut dikembalikan lagi ke lokasi 2:3.
Pendekatan CISC
Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu perintah cukup dengan beberapa baris bahasa mesin sedikit mungkin. Hal ini bisa tercapai dengan cara membuat perangkat keras prosesor mampu memahami dan menjalankan beberapa rangkaian operasi. Untuk tujuan contoh kita kali ini, sebuah prosesor CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi khusus, yang kita beri nama MULT. Saat dijalankan, instruksi akan membaca dua nilai dan menyimpannya ke 2 register yag berbeda, melakukan perkalian operan di unit eksekusi dan kemudian mengambalikan lagi hasilnya ke register yang benar. Jadi instruksi-nya cukup satu saja…
MULT 2:3, 5:2
MULT dalam hal ini lebih dikenal sebagai “complex instruction”, atau instruksi yang kompleks. Bekerja secara langsung melalui memori komputer dan tidak memerlukan instruksi lain seperti fungsi baca maupun menyimpan.
Satu kelebihan dari sistem ini adalah kompailer hanya menerjemahkan instruksi-instruksi bahasa tingkat-tinggi ke dalam sebuah bahasa mesin. Karena panjang kode instruksi relatif pendek, hanya sedikit saja dari RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut.
Pendekatan RISC
Prosesor RISC hanya menggunakan instruksi-instruksi sederhana yang bisa dieksekusi dalam satu siklus. Dengan demikian, instruksi ‘MULT’ sebagaimana dijelaskan sebelumnya dibagi menjadi tiga instruksi yang berbeda, yaitu “LOAD”, yang digunakan untuk memindahkan data dari memori ke dalam register, “PROD”, yang digunakan untuk melakukan operasi produk (perkalian) dua operan yang berada di dalam register (bukan yang ada di memori) dan “STORE”, yang digunakan untuk memindahkan data dari register kembali ke memori. Berikut ini adalah urutan instruksi yang harus dieksekusi agar yang terjadi sama dengan instruksi “MULT” pada prosesor RISC (dalam 4 baris bahasa mesin):
LOAD A, 2:3
LOAD B, 5:2
PROD A, B
STORE 2:3, A
Awalnya memang kelihatan gak efisien iya khan? Hal ini dikarenakan semakin banyak baris instruksi, semakin banyak lokasi RAM yang dibutuhkan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. Kompailer juga harus melakukan konversi dari bahasa tingkat tinggi ke bentuk kode instruksi 4 baris tersebut.
CISC RISC
Penekanan pada
perangkat keras Penekanan pada
perangkat lunak
Termasuk instruksi
kompleks multi-clock Single-clock, hanya
sejumlah kecil instruksi
Memori-ke-memori:
“LOAD” dan “STORE”
saling bekerjasama Register ke register:
“LOAD” dan “STORE”
adalah instruksi2 terpisah
Ukuran kode kecil,
kecepatan rendah Ukuran kode besar,
kecepatan (relatif) tinggi
Transistor digunakan untuk
menyimpan instruksi2
kompleks Transistor banyak dipakai
untuk register memori
Bagaimanapun juga, strategi pada RISC memberikan beberapa kelebihan. Karena masing-masing instruksi hanya membuthukan satu siklus detak untuk eksekusi, maka seluruh program (yang sudah dijelaskan sebelumnya) dapat dikerjakan setara dengan kecepatan dari eksekusi instruksi “MULT”. Secara perangkat keras, prosesor RISC tidak terlalu banyak membutuhkan transistor dibandingkan dengan CISC, sehingga menyisakan ruangan untuk register-register serbaguna (general purpose registers). Selain itu, karena semua instruksi dikerjakan dalam waktu yang sama (yaitu satu detak), maka dimungkinkan untuk melakukan pipelining.
Memisahkan instruksi “LOAD” dan “STORE” sesungguhnya mengurangi kerja yang harus dilakukan oleh prosesor. Pada CISC, setelah instruksi “MULT” dieksekusi, prosesor akan secara otomatis menghapus isi register, jika ada operan yang dibutuhkan lagi untuk operasi berikutnya, maka prosesor harus menyimpan-ulang data tersebut dari memori ke register. Sedangkan pada RISC, operan tetap berada dalam register hingga ada data lain yang disimpan ke dalam register yang bersangkutan.
Persamaan Unjuk-kerja (Performance)
Persamaan berikut biasa digunakan sebagai ukuran unjuk-kerja suatu komputer:

Pendekatan CISC bertujuan untuk meminimalkan jumlah instruksi per program, dengan cara mengorbankan kecepatan eksekusi sekian silus/detik. Sedangkan RISC bertolak belakang, tujuannya mengurangi jumlah siklus/detik setiap instruksi dibayar dengan bertambahnya jumlah instruksi per program.
Penghadang jalan (Roadblocks) RISC
Walaupun pemrosesan berbasis RISC memiliki beberapa kelebihan, dibutuhkan waktu kurang lebih 10 tahunan mendapatkan kedudukan di dunia komersil. Hal ini dikarenakan kurangnya dukungan perangkat lunak.
Walaupun Apple’s Power Macintosh menggunakan chip berbasis RISC dan Windows NT adalah kompatibel RISC, Windows 3.1 dan Windows 95 dirancang berdasarkan prosesor CISC. Banyak perusahaan segan untuk masuk ke dalam dunia teknologi RISC. Tanpa adanya ketertarikan komersil, pengembang prosesor RISC tidak akan mampu memproduksi chip RISC dalam jumlah besar sedemikian hingga harganya bisa kompetitif.

Kemerosotan juga disebabkan munculnya Intel, walaupun chip-chip CISC mereka semakin susah digunakan dan sulit dikembangkan, Intel memiliki sumberdaya untuk menjajagi dan melakukan berbagai macam pengembangan dan produksi prosesor-prosesor yang ampuh. Walaupun prosesor RISC lebih unggul dibanding Intel dalam beberapa area, perbedaan tersebut kurang kuat untuk mempengaruhi pembeli agar merubah teknologi yang digunakan.
Keunggulan RISC
Saat ini, hanya Intel x86 satu-satunya chip yang bertahan menggunakan arsitektur CISC. Hal ini terkait dengan adanya kemajuan teknologi komputer pada sektor lain. Harga RAM turun secara dramatis. Pada tahun 1977, DRAM ukuran 1MB berharga %5,000, sedangkan pada tahun 1994 harganya menjadi sekitar $6. Teknologi kompailer juga semakin canggih, dengan demikian RISC yang menggunakan RAM dan perkembangan perangkat lunak menjadi semakin banyak ditemukan.

Wireless
• Jaringan Wireless
Teknologi wireless merupakan peralatan untuk berkomunikasi tanpa koneksi fisik. Pada teknologi wireless ini menggunakan transmisi frekwensi radio sebagai alat untuk mengirimkan datanya.
Jaringan wireless merupakan jaringan tanpa kabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media transmisi data. Pengelompokkan jaringan wireless berdasarkan jaringannya ada 3 macam, yaitu : Wireless Wide Area Network (WWAN), WLAN, dan Wireless Personal Area Network (WPAN).
• Keuntungannya
Keuntungan yang akan dirasakan oleh user dengan adanya wireless untuk koneksi internet, yaitu user dapat melakukan koneksi internet kapan saja dan dimana saja asalkan masih berada dalam ruang lingkup hot-spot, selain itu dalam segi biaya pembangunan, wireless jauh lebih murah bila dibandingkan dengan kabel.
• Kelemahannya
Selain itu jaringan wireless juga memiliki lebih banyak kelemahan dibanding dengan jaringan kabel. Secara umum kelemahan jaringan wireless terdapat pada konfigurasi dan jenis enkripsi yang digunakan. Salah satu penyebab kelemahan pada konfigurasi dikarenakan saat ini untuk membangun sebuah jaringan wireless cukup mudah maka banyak vendor yang memudahkan pengguna atau admin jaringan sehingga sering ditemukan wireless yang masih menggunakan konfigurasi wireless default bawaan vendor. Contohnya sering ditemukan wireless yang dipasang pada jaringan setting defaultnya seperti SSID, IP Address , remote manajemen, DHCP enable, kanal frekuensi masih bawaan darri vendor.
WEP (Wired Equivalent Privacy) yang menjadi standart keamanan wireless sebelumnya, saat ini dapat dengan mudah dipecahkan dengan berbagai tools yang tersedia gratis di internet. WPA-PSK dan LEAP yang dianggap menjadi solusi menggantikan WEP, saat ini juga sudah dapat dipecahkan dengan metode dictionary attack secara offline.
• Pengamanan pada jaringan wireless
Untuk menghindari jaringan wireless di hack maka diperlukan pengamanan pada jaringan wireless, diantaranya adalah :
1. Memakai Enkripsi.
Enkripsi merupakan ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAP) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. Kenyataannya WAP telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di securitynya, dan seorang hacker yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk men-set metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, dia tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan pakai 128-bit WEP dibandingkan dengan yang 40-bit.
2. Pakai Enkripsi yang Kuat.
Karena kelemahan kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan juga Wi-Fi Protected Access (WPA). Untuk memakai WPA, WAP harus men-supportnya. Sisi client juga harus dapat men-support WPA tsb.
3. Ganti Default Password Administrator.
Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh para hacker, yang nantinya dapat menggunakannya untuk merubah setting di WAP anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi WAP adalah mengganti password default tsb. Gunakan paling tidak 8 karakter, kombinasi antara huruf dan angka, dan tidak menggunakan kata kata yang ada dalam kamus.
4. Mematikan SSID Broadcasting.
Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari WAP akan di broadcast. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network tsb, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agak dapat terkoneksi dengan network tsb.
5. Matikan WAP Saat Tidak Dipakai.
Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi intruder untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak dipakai.
6. Ubah default SSID.
untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita.
7. Memakai MAC Filtering.
Kebanyakan WAP (bukan yang murah murah tentunya) akan memperbolehkan kita memakai filter media access control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat “white list” dari computer computer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing masing pc. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak. Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi seorang hacker melakukan sniffing paket yang kita transmit via wireless network dan mendapatkan MAC address yang valid dari salah satu user, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan spoof.
8. Mengisolasi Wireless Network dari LAN.
Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya adalah memasang firewall antara wireless network dan LAN. Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi.
9. Mengontrol Signal Wireless. 802.11b.
WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antenna omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket WAP setandard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari intruder.
10. Memancarkan Gelombang pada Frequensi yang Berbeda.
Salah satu cara untuk bersembunyi dari hacker yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekwensi yang berbeda (yaitu di frekwensi 5 GHz), NIC yang di desain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tsb.

Inframerah (infrared) ialah sinaran elektromagnet yang panjang gelombangnya lebih daripada cahaya nampak dan kurang dari mikrogelombang, iaitu di antara 700 nm dan 1 mm.
Gelombang Inframerah dan Milimeter digunakan dengan meluas sebagai saluran komunikasi jarak dekat seperti penggunaan alat kawalan jarak jauh (remote control) bagi televisyen, radio dan sebagainya.
Kemudahan media bergelombang inframerah dan milimeter ini, boleh digunakan di dalam sesebuah organisasi atau rangkaian kawasan setempat (LAN). Pengguna boleh memasang pemancar dan penerima gelombang infra merah dalam rangkaian mereka. Dengan pemasangan ini, penyambungan komputer yang berupaya menerima pakai inframerah dan milimeter dapat digunakan dalam sesebuah LAN tanpa penyambungan secara fizikal terhadap komputer-komputer berangkaian yang ada.
Oleh itu, rangkaian antara komputer-komputer atau pengguna-pengguna tidak memerlukan plug in untuk perlaksanaan. Kelebihan media bergelombang jenis ini adalah mudah untuk dipasang, kosnya yang rendah dan selamat digunakan kerana ia tidak mudah tersebar kepada media gelombang jenis lain. Ini dapat mengelakkan kecurian atau pengintipan ke atas sebarang data oleh pihak-pihak yang tidak berkenaan.
Bluetooth merupakan teknologi pautan tanpa wayar ( wireless ). Ia menggunakan gelombang radio bagi membolehkan peranti - peranti mudah alih seperti PDA atau laptop berkomunikasi antara satu sama lain. Penggunaannya juga boleh diperluas lagi kepada desktop dimana desktop boleh dihubungkan ke pencetak ataupun pengimbas tanpa menggunakan wayar penyambung. Konsep perangkaian ini telah di beri nama sebagai Personal Area Network atau PAN.
Bagaimana Bluetooth berfungsi ?

Bluetooth beroperasi dalam jalur frekuensi radio disekita 2.4 GHz . Ia membolehkan transmisi data dilakukan dengan kadar 712 Kb dan julat kawasan operasi ialah di sekitar 10 meter ( 33 kaki ). Pada ketika ini, teknologi ini telah direka khusus untuk memenuhi perhubungan komunikasi antara peranti - peranti tanpa wayar. Komunikasi di antara peranti - peranti yang menggunakan Bluetooth ialah berkonsepkan peer - to - peer. Walaubagaimanapun, jika terdapat lebih dari 2 peranti yang berkomunikasi di dalam satu rangkaian yang kecil yang dikenali sebagai piconet, maka salah satu peranti tersebut akan bertindak sebagai master ( induk ) manakala yang lain menjadi slaves ( ahli ) dalam satu tempoh hubungan piconet. Ke semua peranti ini akan disinkronisasikan mengikut masa master ( induk ) dan turutan detik . Contoh penggunaan Bluetooth dalam satu piconet boleh didapati dalam satu bilik persidangan atau mesyuarat yang mengandungi beberapa laptop dan pada masa yang sama pengguna berkonsi satu pangkalan data. Dengan mensinkronisasikan masa, mana - mana pengguna boleh melihat sebarang perubahan pangkalan data tersebut menerusi laptop masing - masing. Mengikut spesifikasi Bluetooth, ia mampu menyokong sehingga 10 piconet dengan lapan peranti bagi satu piconet. Sungguhpun begitu, disebabkan adanya kekangan - kekangan pada perisian, hanya 2 piconet sahaja yang boleh disokong oleh teknologi Bluetooth pada satu - satu masa.


Bolehkah peranti Bluetooth dihubungkan ke LAN yang sedia ada ?

Peranti Bluetooth boleh dihubungkan ke LAN yang sedia ada seperti Ethernet LAN korporat menerusi satu titik akses yang terdiri daripada pemancar Bluetooth, pengawal jalur asas, litar untuk menterjemahkan data dari format Bluetooth ke Ethernet dan juga antaramuka yang menghubungkan titik akses kerangkaian LAN yang sedia ada. Pengguna dapat menikmati kemudahan yang boleh didapati dalam rangkaian LAN asalkan ia tidak terkeluar dari lingkungan titik akses tersebut.


Apakah komponen utama Bluetooth ?

Bluetooth terdiri dari empat komponen utama iaitu satu unit radio, satu unit jalur asas, ruang perisian dan perisian aplikasi Unit radio merupakan pemancar yang membolehkan perhubungan antara peranti Bluetooth dilakukan. Unit jalur asas pula merupakan satu perkakasan yang terdiri dari ingatan flash dan cip pemproses yang berantaramuka dengan unit radio.


Apakah ciri - ciri keselamatan yang terdapat pada Bluetooth ?

Terdapat 3 ciri keselamatan dan ada dalam peranti Bluetooth iaitu pertama, tanpa keselamatan di mana peranti tidak menetapkan ciri - ciri keselamatan ketika komunikasi dijalankan, kedua, keselamatan pada peringkat perkhidmatan, yang memberikan ciri - ciri fleksibel ketika capaian aplikasi dilakukan dan ketiga, keselamatan peringkat pautan di mana peranti akan menentukan prosedur keselamatan terlebih dahulu sebelum komunikasi dilakukan.
Apakah kebaikan dan kelemahan Bluetooth ?

Kebaikan menggunakan teknologi ini ialah sesuatu peranti itu boleh digunakan dan berkomunikasi tanpa menggunakan wayar. Ini sekali gus menjimatkan masa pengguna dengan tidak perlu memasang wayar dan juga kabel penyambung ke peranti lain.
Keburukannya pula ialah maklumat boleh dicuri oleh peranti lain dan juga mungkin terdapat gangguan gelombang bagi kawasan yang sesak. Di samping itu, tidak begitu banyak perisian dan perkakasan yang menyokong teknologi ini, mungkin kerana ia masih lagi baru digunakan.

Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Spesifikasi
Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
• 802.11a
• 802.11b
• 802.11g
• 802.11n
Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.
Spesifikasi Wi-Fi
Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
Band Cocok
dengan
802.11b
11 Mb/s
~2.4 GHz
b
802.11a
54 Mb/s ~2.4 GHz a
802.11g
54 Mb/s ~2.4 GHz b, g
802.11n
100 Mb/s ~5 GHz b, g, n
Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.
Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:
• Channel 1 - 2,412 MHz;
• Channel 2 - 2,417 MHz;
• Channel 3 - 2,422 MHz;
• Channel 4 - 2,427 MHz;
• Channel 5 - 2,432 MHz;
• Channel 6 - 2,437 MHz;
• Channel 7 - 2,442 MHz;
• Channel 8 - 2,447 MHz;
• Channel 9 - 2,452 MHz;
• Channel 10 - 2,457 MHz;
• Channel 11 - 2,462 MHz
Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.
Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.
Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.
Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.
Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.
Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).
[sunting] Wi-fi Hardware


Wi-fi dalam bentuk PCI
Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :
• PCI
• USB
• PCMCIA
• Compact Flash


Wi-fi dalam bentuk USB
[sunting] Mode Akses Koneksi Wi-fi
Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu
[sunting] Ad-Hoc
Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point
[sunting] Infrastruktur
Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).
[sunting] Sistem Keamanan Wi-fi
Terdapat beberapa jenis pengaturan keamanan jaringan Wi-fi, antara lain:
1. WPA Pre-Shared Key
2. WPA RADIUS
3. WPA2 Pre-Shared Key Mixed
4. WPA2 RADIUS Mixed
5. RADIUS
6. WEP
[sunting] Popularitas Wi-fi
Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing.
Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe --seperti Kafe Starbucks dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Coffee Bean di Cilandak Town Square-- dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas.
Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).
Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).
Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.
Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi --baik 2,4 GHz maupun 5 GHz-- yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004).
Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas.
Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya.
Bila interferensi tersebut berlanjut --karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya-- pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical).
Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.
Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya.
Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya.
Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.
Standar nirkabel WiMAX
Salah satu teknologi terbaru yang berkembang sekarang ini adalah teknologi WiMAX dengan standar nirkabel IEEE. 802.16X-2004. WiMAX merupakan suatu platform yang digunakan pada Metropolitan Area Network (MAN) yang sebelumnya menggunakan fiber optic, GSB, FSL.
Apa itu WiMAX? WiMAX merupakan singkatan Worldwide Interoperability for Microwave Access. Ini merupakan salah satu bentuk teknologi nirkabel yang sedang menjadi pusat perhatian operator telekomunikasi, pebisnis maupun pengguna internet di dunia.
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) hadir sebagai solusi keterbatasan akses pada Wi-Fi yang notabene memang dirancang untuk pemakaian dalam ruang. Teknologi yang menggunakan OFDM ini mamapu memberikan layanan data berkecepatan hingga 70 Mbps dalam radius 50 km. Radius yang cukup untuk menjadikan WiMAX sebagai jaringan telekomunikasi broadband menggantikan teknologi fixedline. Jika dibandingkan dengan fixedline biaya instalasi jaringan WiMAX jauh lebih murah. Dengan teknologi WiMAX, impian akan layanan informasi data yang murah dengan kecepatan tinggi akan segera terwujud murah meriah dengan kualitas yang jauh lebih baik.
WiMAX datang untuk menjawab permasalahan yang ada di sektor broadband. Ketika telepon dan jaringan lokal mulai beranjak ke sistem nirkabel, akses broadband untuk bisnis atau perumahan masih cenderung mengandalkan kabel untuk penyaluran datanya. Jelas hal ini merugikan operator sekaligus konsumen yang ada di luar jangkauan kabel tersebut.
Laporan perusahaan riset Park Associates beberapa waktu lalu, akan ada sekitar tujuh juta pelanggan akses broadband berbasis layanan WiMAX pada akhir 2009 mendatang. Operator awalnya akan menggunakan peralatan berbasis WiMAX fixed version yang artinya lebih ditujukan bagi pelanggan perumahan dan kantor.
Baru-baru ini WiMAX juga maju selangkah meninggalkan teknologi broadband nirkabel lainnya yang masih dalam tahap pengembangan. Standar WiMAX, yaitu 802.16X2004 disetujui dunia industri, sehingga pembuatan dan penjualan perangkatnya yang murah bisa lebih dipercepat. Setelah melewati masa uji dan sertifikasi, produk-produk tersebut kemungkinan bisa masuk ke pasar di 2006.
Standar WiMAX lainnya, yaitu 802.16e kini juga sedang dikembangkan. Fungsinya, lebih terkait dengan industri seluler, yaitu memungkinkan ponsel mengirim dan menerima data yang lebih besar.
Teknologi WiMAX bisa jadi lompatan besar bagi perusahaan komunikasi dunia, terutama untuk negara-negara yang sedang membangun di kawasan Asia. Negara yang selama ini masih mengandalkan jaringan kabel. Dengan teknologi ini lompatan menuju jaringan pita lebar atau broadband dapat lebih cepat dilakukan. Alasan ini membuat perusahaan komunikasi China dan India pun tertarik untuk bergabung.
Karakteristik WiMAX
Untuk mendapatkan layanan WiMAX, memerlukan antena khusus yang dapat dioperasikan oleh 60 perusahaan dengan koneksi masing-masing sekira 1 Mbps.
Karakteristik utama yang dimiliki WiMAX antara lain:
Pada versi awal IEEE 802.16a bekerja di frekuensi 10 ?66 GHz, sehingga cocok digunakan untuk teknologi point to point.
Untuk versi IEEE 802.16 ini dapat digunakan untuk hubungan nonline outsite (NLOS).
Kompatibel dengan digital switch yang ada ( ATM,dll) dengan optimal data rate per user antara 300 kbps ?2 Mbps dan rangenya 5 ?8 km untuk maksimal throughput.
Untuk versi IEEE 802.16d , muncul teknologinya di bulan Oktober 2004. Tekniknya terjadi pemecahan kanal ke kanal ?kanal terkecil menggunakan Op-Amp dan teknologi Amart Antenna. Digunakan untuk fixed access, yang meliputi BS maupun receiver yang merupakan CPE. BS berupa Proxim Tsunami MP.16 akan dipasarkan baik kepada operator telekomunikasi maupun kepada perusahaan pemakai.
Versi IEEE 802.16e dikeluarkan akhir tahun 2004 ini yang akan digunakan untuk mendukung mobilitas (Handover, roaming) pada system selular sampai 120 km/jam dan bekerja dalam NLOS. Digunakan untuk aplikasi mobile access.
Dikonfigurasikan untuk layanan di pedesaan sampai radius maksimal 50 km, atau layanan di daerah berpenduduk padat di perkotaan untuk jarak 1- 4 km, dengan data rate sampai 75 MB/s. Dapat dibayangkan dengan teknologi ini, peralatan wireless point-to-multipoint, broadband, none-line-of-sight (NLOS), last-mile access dan solusi backhaul yang memungkinakan melengkapi, memperluas, bahkan menggantikan infra struktur jaringan pakai kabel.
Sistem ini mendukung teknologi video streaming, VoIP telephony, tayangan diam maupun bergerak, e-mail, Web browsing, e-commerce, dan layanan berbasis lokasi.
Kunci keberhasilan WiMAX ini ada pada frekuensi yang tidak memerlukan ijin dan biaya, misalnya jika dibandingkan dengan AT&T Wireless membayar milyaran dollar ke pemerintah AS untuk menggunakan secara eksklusif gelombang radio frekuensi tertentu, yang memungkinkan perusahaan ini memberikan jasa layanan mobile-phone atau ponsel pada pelanggannya tanpa gangguan, tapi membatasi pesaingnya menggunakan frekuensi yang sama.
Komponen WiMAX
Komponen utama WiMAX system adalah Subscriber Station (SS)atau yang dikenal dengan nama CPE dan Base Station (BS). BS dan satu atau lebih SS dapatmembentuk sebuah sel dengan struktur point-to-multipoint (P2MP). Di udara, BS mengontrol aktifitas bersama sel, termasuk akses ke medium oleh SS, alokasi untuk kualitas layanan (QoS) dan mengatur keamanan jaringan yang dibawahinya.
Sistem 802.16 menggunakan antenna di site SS. Antena ini meng-cover daerah cakupannya. Perlengkapan seperti Adaptive Antenna System (AAS) dan sub-kanal juga didukung oleh standar untuk perencanaan link budget untuk instalasi indoor. IEEE 802.16e bekerja khusus untuk standar mobilitas dan men-support kekuatan terminal SS.
BS umumnya menggunakan antenna sector d/directional atau omni-directional. Fixed SS umumnya menggunakan antena directional sedangkan mobile atau portable SS umumnya menggunakan antena directional.
Multiple BS dapat dikonfigurasi untuk membentuk jaringan selular wirelessw. Ketika Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) digunakan, radius sel mencakup 30 mile. Paling tidak, praktisnya radius minimal sel mencakup kurang lebih 5 mile. Standar 802.16 juga dapat digunakan pada point-to-point (P2P) atau topologi Mesh, menggunakan sepasang antena directional. Hal ini dapat digunkan untuik meningkatkan range yang efektif dengan system yang relative untuk mendukung mode P2MP.
WiMAX vs Wi-Fi vs DSL
Sebenarnya perfomansi WiMAX hampir sama dengan WiFi yaitu, keduanya menggunakan ?otspot?atau lingkungan sekitar antenna dimana kita dapat mengakses informasi dengan PDA, Laptop atau gadget lainnya. Perbedaannya adalah pada segi jangkauan radiusnya. Untuk WiFi bisa menjangkau 100 feet atau sekitar radius 30 meter, sedangkan WiMAX memiliki jangkauan 25-30 mile atau sekitar 40-50 Km (maksimal 50 Km). Hal ini berarti bahwa WiMAX dapat digunakan sebagai pengganti broadband tradisional yang masih menggunakan line telepon (seperti, ASDL, ISDN) dan kabel (Internet melalui TV Kabel atau jaringan PLN misalnya). Untuk permulaan, WiMAX ditujukan untuk penggunaan fixed wireless.
Saat ini Memang banyak pebisnis teknologi informasi yakin WiMAX akan segera mendunia. Padahal pengembangan Wi-Fi saja memerlukan waktu 10 tahun. Teknologi ini sebenarnya adalah pengembangan lebih lanjut dari konsep Wi-Fi. Teknologi ini sudah banyak memberikan kemudahan bagi manusia, namun mempunyai kendala terbatasnya kapasitas dan jangkauannya. Sedangkan banyak perusahaan besar di dunia membutuhkan akses jaringan tanpa kabel yang memiliki kapasitas data besar, biaya murah dan bisa diakses dari semua tempat.
Teknologi Wi-Fi memiliki jangkauan yang terbatas, paling jauh sekira 100 meter saja. Bandingkan dengan WiMAX memiliki radius jangkauan sekira 7 sampai dengan 10 km. Tidak salah kalau WiMAX diproyeksikan sebagai teknologi jaringan tanpa kabel untuk daerah perkotaan.
Dengan WiMAX kemana pun kita pergi di dalam kota, akses internet dapat dilakukan tanpa biaya yang terlalu mahal. Untuk mencari informasi tidak perlu pergi ke kantor ataupun warung internet, cukup duduk di mobil sambil menunggu lalu lintas yang macet, kemudian membuka notebook. Sedangkan untuk Wi-Fi begitu keluar dari area hotspot, koneksi data langsung mati.
WiMAX memiliki kemampuan menghantarkan data sampai dengan kecepatan 75 megabit perdetik (Mbps), sedangkan Wi-Fi hanya 11 Mbps. Keunggulan lainnya adalah WiMAX bermain pada frekuensi yang cukup rendah dan lebar, yaitu 2 - 6 gigahertz (GHz). Sedangkan Wi-Fi yang diatur dalam protokol 802.11b di 2,4 GHz dan protokol 802.11a di 5 GHz.
Standar WiMAX ini menjanjikan penyediaan konektifitas broadband jarak jauh dengan kecepatan DSL. Komponen nirkabel ini diharapkan dapat menjadi suatu rancangan system-on-a-chip yang pertama bagi Customer Premise Equipment (CPE) dengan efektifitas biaya yang mendukung IEEE 802.16-2004 (dulu dikenal sebagai IEEE 802.16REVd). CPE sendiri digunakan untuk aplikasi pengiriman dan penerimaan suatu sinyal broadband nirkabel yang menyediakan konektifitas Internet.
WiFi (Wireless Fidelity) sebagai teknologi nirkabel lain yang cukup popular dengan ruang lingkup jaringan local. Tentu saja, dengan teknologi WiFi ini telah banyak diigunakan di restoran maupun kafe yang menyajikan layanan WiFi untuk pelanggannya dengan membeli kartu prabayar WiFi untuk dapat mengakses internet nirkabel dari notebook maupun PDA.
Yang membedakan WiFi dengan WiMAX adalah, WiFi dipasang terutama di satu spectrum yaitu 2.4 GHz yanmg umumnya tidak memerlukan lisensi. Sedangkan jika dibandingkan dengan WiMAX, berbasis frekuensi antara 2 ?11 GHz, yang nantinya frekuensi ini akan dipersempit lagi sesuai arahan pelopor WiMAX yang tergabung dalam WiMAX Forum.
Sedangkan DSL sendiri memang berkecepatan tinggi dengan akses broadband kabel hanya tersedia bagi sebagian pengguna computer. Sehingga dengan WiMAX akan memungkinkan terjadinya koneksi nirkabel berkecepatan tinggi dengan biaya relative lebih murah dan efektif bagi pengguna rumahan dan bisnis, baik di daerah perkotaan maupun daerah pedesaaan.
Permasalahan yang ada di sector broadband telah diselesaikan dengan adanya teknologi WiMAX. Hal yang sangat disayangkan bagi pengguna/konsumen yang ingin menikmati layanan seperti telepon dan jaringan local yang mulai beranjak ke system nirkabel, akses broadband untuk bisnis atau perumahan masih cenderung mengandalkan kabel untuk penyaluran datanya. Akibatnya, merugikan operator sekaligus konsumen yang ada diluar jangkauan kabel tersebut.
Teknologi kabel seperti Digital Subscriber Line (DSL), moden kabel dan leasedline masih memiliki daya saing dalam hal biaya, kemudahan dan perangkat yang mudah ditemui. Dan solusinya jatuh pada WiMAX yang berupaya menyatukan industri nirkabel sekaligus menurunkan harga perangkat nirkabel tersebut.
WiMAX Forum
WiMAX Forum merupakan suatu forum konsorsium vendor-vendor atau provider telekomunikasi yang melakukan berbagai upaya untuk pengembangan WiMAX, diantaranya adalah:
Untuk menstandarkan IEEE 802.16e
Untuk mensponsori dan promosi WiMAX itu sendiri
Untuk membuat konsorsium standarisasi teknologi WiMAX pada multinational company untuk menstandarkan sistemnya dan juga memastikan tiap perangkat antar vendor dapat berkomunikasi.
Yang termasuk anggota WiMAX Forum adalah:
Vendor ?vendor IC
Pembuat alat OMC, misalnya Alcatel, Ericson, Siemens
Service Provider, misalnya British Telecom, Singapore Telecome, dll
WiMAX Forum didirikan untuk mempromosikan berbagai standar IEEE 802.16. Ada 100 anggota di dalamnya, termasuk Intel, Alcatel, Fujitsu, AT&T, BT dan France Telecom, dan terakhir Motorola ikut bergabung didalamnya. Diharapkan perusahaan seperti Samsung, Lucent, dan Nortel akan segera bergabung.
Ada dua milestone yang diharapkan, yaitu saat standar-standar memperoleh approval dan saat produk-produk siap dipasarkan.
Standar semula adalah 802.16a yang digunakan untuk fixed broadband wireless dan telah dipublikasikan awal 2004. Standar berikutnya adalah ??dan ??yang masing ?masing berisi feature portabilitas dan mobile. Standar 802.16d telah di-approve dan siap dipublikasikan pertengahan Juli. Standar 802.16e diharapkan akan di-approve pada akhir triwulan 1 tahun 2005 dan dipublikasikan pertengahan 2005.
Untuk produk sendiri, WiMAX Forum mengharapkan proses sertifikasi sudah dimulai pertengahan 2005. Sementara ini beberapa produsen telah mulai mengembangkan produk-produk ?re-WiMAX?yang sudah dapat dipakai untuk melakukan trial untuk meningkatkan keahlian dan kesiapan mengadopsi WiMAX. Pasar produk seperti ini dikuasai Eropa, khususnya oleh British Telecom dan France Telecom. Diharapkan Negara-negara Asia segera menyusulnya.
Ada tiga frekuensi yang tengah dipertimbangkan Wimax Forum. Pertama, frekuensi di sekitar 5,8 GHz yang umumnya tidak memerlukan lisensi pemakaian. Setelah itu, frekuensi 3,5 GHz yang harus memakai lisensi dan tidak tersedia di kawasan Amerika Utara. Frekuensi terakhir 2,5 GHz yang memerlukan lisensi di Amerika.
Ke depannya teknologi Wimax juga akan dipasang di komputer notebook, sama seperti teknologi Wi-Fi. Perusahaan pembuat prosesor komputer terkemuka, yaitu Intel merencanakan pembuatan chip untuk Wimax dan Wifi di akhir 2006 nanti.
Harapan Intel adanya satu chip set Centrino yang mendukung semua frekuensi Wimax di seluruh dunia dan bisa memproduksinya dalam jumlah besar, sehingga harga chip set lebih terjangkau. Bahkan, Intel berani memprediksi pertumbuhan Wimax akan melebihi popularitas Wi-Fi.
Menurut Intel, awalnya pemasangan Wimax akan lebih besar untuk peralatan penyedia broadband. Lalu pada paruh kedua 2006, peralatan ini menyebar ke sistem lain seperti notebook, bahkan PDA dan ponsel.
Aplikasi WiMAX
Keuntungan Wimax lainnya operator tidak perlu membongkar jalanan lebih dulu untuk memasang kabel aksesnya. Namun, teknologi Wimax masih perlu waktu sebelum dipergunakan secara massal. Teknologinya pun kemungkinan akan hadir terlebih dulu di kawasan Eropa dan Asia ketimbang Amerika. Soalnya, kawasan negara berkembang banyak memerlukan layanan suara dan data, namun terhambat oleh masalah infrstruktur kabel.
Bahkan ada perusahaan mobile service provider di Indo sedang mengembangkan teknologi WiMAX ini untuk menggantikan Internet broadband provider lain seperti yang melalui kabel telepon, TV kabel, vsat dll Kabar terakhir akan mulai test di kalangan terbatas bulan September 2004 dan kabarnya akan dipasarkan di kisaran Rp 300 ribuan untuk unlimited Internet broadband.
Belakangan ini popularitas WiMAX semakin naik, data terbaru dari situs www.wimaxforum.org tercatat tidak kurang dari 100 perusahaan dunia yang bergabung dalam WiMAX Forum termasuk di dalamnya perusahaan komunikasi British Telecom dan UK Broadband (Inggris), Iberbanda (Spanyol), PCCW (China) dan Reliance Inforcomm (India).
Aplikasi WiMAX digunakan untuk aplikasi wireless Backhaul (point-to-point maupun point-to-multipoint). Adanya hotspot pada jaringan WiMAX untuk layanan IWAn dan backhaul 802.16 ataupun jaringan Main Distributor.
Teknologi WiMAX ini lebih ditujukan untuk negara-negara yang masih kurang penggunaan fiber optic ataupun teknologi lain sehingga sasaran pemasaran teknologi WiMAX lebih diharapkan, misalnya untuk negara yang sedang berkembang seperti Indonesia.
Kesimpulan
WiMAX merupakan teknologi terbaru untuk jaringan broadband nirkabel yang mempunyai kelebihan dibandingkan dengan WiFI bahakan jauh lebih cepat dari pada DSL. Cakupan area yang lebih luas mendukung berkembangnya WiMAX menjadi standar baru di dunia komunikasi nirkabel.
Dalam setahun ini telah diupayakan untuk mengembangkan WiMAX menjadi standar baru yang dapat digunakan untuk segala aktifitas yang berbasis broadband, dengan mengunakan hotspot yang memiliki radius coverage sekitar 50 Km, jauh lebih luas dibandingkan dengan WiFi yang hanya 30 meter saja.
Efisiensi biaya dan efektif untuk pengguna rumahan dan bisnis menjadi sasaran diwujudkannya teknologi WiMAX ini, terutama untuk daerah perkotaan dengan populasi besar, dan bahkan untuk daerah pedesaan.
Perkembangan WiMAX ini didukung oleh perusahaan ?perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi baik sebagai vendor maupun provider untuk ikut andil dalam pengembangan WiMAX dan tergabung dalam WiMAX Forum.
Satelit merupakan alat elektronik yang mengorbit di bumi dan mampu bertahan sendiri. Dapat diartikan sebagai repeater yang berfungsi untuk menerima signal gelombang microwave dari stasiun bumi, ditranslasikan frekuensinya, kemuadian diperkuat untuk dipancarkan kembali ke arah bumi sesuai dengan coverage-nya yang merupakan lokasi stasiun bumi tujuan atau penerima. Dalam komunikasi GEO (merupakan sistem komunikasi satelit yang paling banyak), posisi satelit adalah sekitar 36.000 km diatas bumi.
Ada dua jenis satelit yaitu satelit alami dan satelit buatan:
1. Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti bulan yang merupakan satelit alami bumi. Sebenarnya, terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami matahari.
2. Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain, misalnya satelit Palapa yang mengelilingi bumi.
Rute dimana satelit berjalan disebut orbit. Dalam orbit terdapat dua istilah, yaitu apogee (titik terjauh dengan bumi) dan perigee (titik terdekat dengan bumi). Nah, sekarang sudah ngeh kan apa itu satelit? Jika sudah, saatnya kita membahas satelit Palapa Indonesia.

Peluncuran pertama satelit komunikasi domestik Palapa A-1 ke angkasa pada 9 Juli 1976. Satelit yang merupakan buatan dari Hughes (AS) ini diluncurkan dari tanjung Canaveral, Florida, AS. Peluncuran satelit Palapa ini menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga setelah Amerika Serikat (AS) dan Kanada dalam teknologi per-satelitan. Keputusan Presiden Soeharto ketika itu untuk membeli satelit Palapa ini, sekarang terlihat manfaatnya. Mungkin tanpa satelit Palapa sudah tidak ada Indonesia yang kita kenal sekarang ini, satelit komunikasi yang menghubungkan seluruh kepulauan Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Saat itu, Palapa A-1 ditempatkan pada orbit di ketinggian 36.000 km diatas bumi dan dikendalikan oleh Stasiun Pengendali Utama (SPU) di Cibinong, Jawa Barat.

Kemudian, pada 10 Maret 1977, Indonesia-pun berhasil meluncurkan satelit berikutnya yang diberi nama Palapa A-2 yang memilik 12 transponder seperti yang dimiliki Palapa A-1. Kedua satelit komunikasi Indonesia itu memiliki umur yang relatif pendek, yaitu 7 tahun. Dimana Palapa A-1 berakhir masa operasinya pada tahun 1983 dan Palapa A-2 berakhir pada tahun 1984. Namun, saat itu pemerintah Indonesia melalui Perumtel yang kini bernam Telkom telah mengantisipasi umur satelit tersebut jauh-jauh hari dan sudah memikirkan penggantinya, yaitu Palapa B-1 yang diluncurkan pada 17 Juni 1983.
Transponder merupakan alat yang menerima percakapan dalam satu frekuensi, kemudian memperkuatnya serta men-transmisikannya kembali ke bumi melalui frekuensi lain.

Hub adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan peralatan-peralatan dengan ethernet 10BaseT atau serat optik sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan. Hub bekerja pada lapisan fisik (layer 1) pada model OSI.

Switch adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan bebepara LAN yang terpisah serta menyediakan filter paket antar LAN. Switch adalah peralatan multi port, masing-masing dapat mendukung satu workstation, jaringan Ethernet atau jaringan Token Ring. Meskipun terhubung dengan jaringan yang berbeda pada masing-masing port, switch dapat memindahkan paket data antar jaringan apabila diperlukan. Dalam hal ini switch berlaku seperti bridge multi port yang sangat cepat (paket data difilter oleh switch dengan alamat yang dituju).

Switch digunakan untuk meningkatkan kinerja jaringan suatu organisasi dengan cara pembagian jaringan yang besar dalam beberapa jaringan yang lebih kecil, tetapi masih menyediakan interkoneksi yang memadai antar jaringan. Switch meningkatkan kinerja jaringan dengan cara menyediakan dedicated bandwidth pada masing-masing port, tanpa mengganti peralatan yang ada seperti NIC,hub, pengkabelan,router atau bridge yang sudah terpasang. Switch juga dapat mendukung banyak transmisi secara serentak.

Munculnya teknologi yang disebut dedicated LAN adalah keunggulan penggunaan switch. Masing-masing port pada jaringan Fast Ehetnet untuk saat ini mendukung sampai 1000 Mbps. Ada beberapa jenis Switch yang beredar di pasaran, yang bekerja di Layer 2 dan Layer 3 pada lapisan OSI.
Tentu saja switch bisa digunakan juga untuk menghubungkan switch satu dengan switch lainnya, untuk memperbanyak jumlah port, atau memperluas jangkauan dari jaringan (misalkan ada satu gedung dengan gedung yang lainnya). Bahkan apabila kita melihat ke berbagai vendor network equipment, berbagai switch dipecah ke level berbeda seperti core, aggregation dan access. Pemisahan berbagai level ini dikarenakan setiap level dimaksudkan untuk fungsi yang berbeda. Tapi di artikel ini kita tidak bahas khusus tentang hal tersebut.
Lalu ada lagi istilah layer-3 switch dan multi-layer switch. Bagi pemula, kita akan bingung dengan terminologi-terminologi tersebut. Pada dasarnya, istilah layer-3 switch adalah switch yang memiliki router di dalamnya (router terletak di layer-3 pada OSI Layer). Sedangkan multi-layer switch intinya adalah layer-3 switch, hanya saja memiliki fitur-fitur tambahan untuk memproses informasi pada OSI layer-4 dan seterusnya. Lebih lanjut tentang hal ini akan dibahas di bagian VLAN dan OSI Layer.
Switch yang beredar di pasaran terdiri dari dua jenis, yaitu unmanaged (tidak dapat di-manage) dan managed.
Unmanaged Switch ; keuntungan dan kerugiannya
Unmanaged switch adalah switch yang tidak dapat di-manage… maksudnya adalah switch tersebut pada saat kita membelinya, hanya bisa kita nyalakan dan tancap semua kabel UTP ke switch tersebut, dan sudah berfungsi dengan baik. Unmanaged switch biasanya dipilih oleh pengguna-pengguna yang memang tidak ingin ‘dipusingkan’ oleh konfigurasi peralatan jaringan, karena sekedar plug-and-play. Selain mudah dipasang, tentu saja karena tidak adanya modul management di dalam switch, harga dari switch tersebut akan lebih rendah dibandingkan switch yang managed.
Namun, apabila terjadi masalah dengan jaringan kita, kita tidak akan bisa melakukan troubleshooting dengan mudah, karena memang switch nya tidak bisa diapa-apakan .
Apa sih contoh masalah yang paling sering terjadi ??? Dari beberapa pengalaman pemakai, problem yang paling sering terjadi di antaranya ip address conflict, tidak bisa connect, virus jaringan, dll.
IP address conflict, mestinya sering terjadi, dan apabila jaringan sudah mulai tersebar di berbagai area, akan sangat susah melakukan troubleshooting komputer mana yang menyebabkan masalah tersebut. Problem seperti ini jangan dianggap remeh, karena bisa saja seseorang di jaringan kita iseng-iseng mengganti IP nya dengan IP address server, atau router kita. Nah, kalau sudah terjadi seperti itu, bisa-bisa seluruh jaringan kita akan mengalami masalah besar !!
Tidak bisa connect…. biasanya terjadi dengan beberapa tipe network card tertentu yang tidak kompatibel dengan switch. Ini kemungkinan disebabkan karena adanya kegagalan proses autonegotiation antara si switch dengan network card. Jika kita menggunakan managed switch, kita masih bisa melakukan setting terhadap speed nya atau half duplex/full duplexnya. Tetapi dengan unmanaged, tentunya hal ini tidak bisa dilakukan.
Virus jaringan …. Apa ada di antara kita yang belum pernah ‘kebagian’ virus jaringan ini ??? Mestinya semua sudah pernah mengalaminya. Virus jaringan… lebih tepatnya kita sebut dengan virus/spy-ware yang memanfaatkan jaringan untuk melakukan proses pengembang-biakannya, akan sangat merepotkan jaringan kita, dan sering kali membuat seluruh switch menjadi mati total !! Tentu saja penulis tidak bermaksud menyatakan bahwa dengan managed switch hal ini akan teratasi. Namun dengan adanya managed switch, kita bisa memanfaatkan fitur-fitur yang ada di dalam switch tersebut seperti membatasi besarnya paket yang keluar dari suatu komputer, atau menyalakan fitur Quality of Service yang bisa memprioritaskan paket-paket tertentu di jaringan.
Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.

misalnya jika pada suatu perangkat jaringan (komputer) memiliki IP Adress 192.168.0.1, maka agar komputer lain dapat berkomunikasi, harus diberikan IP Address dengan Network Identification 192.168.0 dan dengan Host Identification 2-254, contoh 192.168.0.10, 192.168.0.11 dan seterusnya.
Permasalahan akan muncul ketika perangkat jaringan yang terhubung sangat banyak (biasanya di atas 20 perangkat), seorang administrator akan dipaksa berkeliling untuk mensetting IP Address tiap host, Oleh karenanya kita dapat menggunakan Router.
Jenis-jenis Router
1. Router Aplikasi
2. Router Hardware
3. Router PC

Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pad sistem operasi, sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router, contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, WinProxy dan lain-lain.
Router Hardware adalah merupakan hardware yang memiliki kemampuan sepertiu router, sehingga dari hardware tersebut dapat memancarkan atau membagi IP Address dan men-sharing IP Address, pada prakteknya Router hardware ini digunakan untuk membagi koneksi internet pada suatu ruang atau wilayah, contoh dari router ini adalah access point, wilayah yang dapat mendapat Ip Address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.
Router PC adalah Sistem Operasi yang memiliki fasilitas untuk membagi dan mensharing IP Address, jadi jika suatu perangkat jaringan (pc) yang terhubung ke komputer tersebut akan dapat menikmati IP Address atau koneksi internet yang disebarkan oleh Sistem Operasi tersebut, contoh sistem operasi yang dapat digunakan adalah semua sistem operasi berbasis client server, semisal Windows NT, Windows NT 4.0, Windows 2000 server, Windows 2003 Server, MikroTik (Berbasis Linux), dan lain-lain.
Fungsi router ialah: Fungsinya ialah untuk menghubungkan jaringan LAN dengan internet dalam merutekan tranmisi antara keduanya . ROUTER menstranmisikan informasi dari satu jaringan ke jaringan lain yang sistem kerjanya mirip dengan BRIDGE.

Jembatan jaringan (Inggris:Network Bridge) adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Jembatan jaringan beroperasi di dalam lapisan data-link pada model OSI. Jembatan juga dapat digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara media kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) dengan kabel serat optik atau dua buah arsitektur jaringan yang berbeda, seperti halnya antara Token Ring dan Ethernet. Jembatan akan membuat sinyal yang ditransmisikan oleh pengirim tapi tidak melakukan konversi terhadap protokol, sehingga agar dua segmen jaringan yang dikoneksikan ke jembatan tersebut harus terdapat protokol jaringan yang sama (seperti halnya TCP/IP). Jembatan jaringan juga kadang-kadang mendukung protokol Simple Network Management Protocol (SNMP), dan beberapa di antaranya memiliki fitur diagnosis lainnya.
Terdapat tiga jenis jemabatan jaringan yang umum dijumpai:
• Jembatan Lokal: sebuah Jembatan yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
• Jembatan Putar: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
• Jembatan Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.
BRIDGE berfungsi untuk membagi sebuah jaringan hingga menjadi dua buah jaringan . BRIDGE mengatur informasi diantara kedua sisi network agar dapat berjalan dengan teratur .